Megawati-Soekarnoputri
Megawati Soekarnoputri.

harianpijar.com, JAKARTA – Mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri yang diundang sebagai salah satu pembicara Forum DMZ International Forum on the Peace Economy yang dilaksanakan di Korea Selatan, berharap agar perdamaian dua negara Korea semakin kuat baik secara politik, maupun juga dari sisi budaya dan ekonomi.

Selain itu, menurut Megawati, dirinya juga diundang oleh pihak Korea Utara, bukan hanya oleh pihak Korea Selatan.

“Sebetulnya saya juga ada undangan ke Korut, tapi saya sedang menunggu, mencari waktu yang baik,” kata Megawati saat berada di Seoul, Rabu, 28 Agustus 2019 malam.

Lebih lanjut, Megawati menyatakan dirinya bersedia bicara di forum itu agar kedua negara tersebut dapat berdamai untuk kebutuhan perdamaian dunia.

Baca juga:   Politisi Gerindra: PDIP dan Demokrat Belum Serahkan Nama untuk Pimpinan DPRD DKI Jakarta

Megawati juga mengingatkan permintaan Presiden Korea Selatan sebelumnya yakni Kim Dae-jung, yang juga penerima Nobel perdamaian, agar selalu mendorong proses penyatuan Korea. Megawati sendiri dianggap semacam special envoy untuk komunikasi antara Presiden Dae-jung dengan pemimpin di Korut saat itu, Kim Jong Il yang kini digantikan putranya Kim Jong Un.

“Jadi saya paling tidak sedang mengikuti keinginan-keinginan dari kedua belah pihak,” ujar Megawati.

Namun, ditegaskan Megawati, situasi saat ini lebih mendukung karena sebelumnya Presiden AS Donald Trump sudah dua kali bertemu dengan Korut dan Korsel. Karena itu, Megawati mengingatkan, saat ini memang diperlukan bukan hanya sekedar pertemuan politik di antara kedua negara tersebut.

Baca juga:   Ketum PDIP Megawati Akan Hadiri Debat Terakhir Cagub Dan Cawagub DKI

“Kita bisa mempertemukannya melalui kebudayaan, lalu dari sisi ekonomi, dan sebagainya,” tegas Megawati.

Seperti diketahui, Megawati datang ke Seoul dalam rangka mengikuti DMZ International Forum on the Peace Economy yang digelar 28-29 Agustus.

Dalam forum tersebut, Megawati akan menjadi salah satu pembicara utama bersama mantan Kanselir Jerman Gerhard Schroder, mantan PM Jepang Yukio Hatoyama, Presiden pertama Mongolia Punsalmaagiin Ochirbat, serta beberapa tokoh penting lainnya dari Rusia, AS, dan Norwegia. (elz/cnn)

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of