Luhut-Binsar-Panjaitan
Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan. (foto: dok. Okezone)

harianpijar.com, JAKARTA – Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan berbicara soal gejolak yang terjadi di Papua dan Papua Barat menyusul adanya insiden di asrama mahasiswa Papua dan tindakan rasialisme. Dirinya menilai gejolak itu wajar karena merupakan bagian dari ekspresi masyarakat.

“Ya kalau orang Papua enggak ada gejolak bukan orang Papua namanya. Enggak ada apa-apa. Saya kira itu ekspresi mereka saja,” ujar Luhut Binsar Panjaitan kepada CNN Indonesia, Jakarta, Jumat, 24 Agustus 2019.

Luhut Binsar Panjaitan mengatakan isu-isu rasial sensitif bagi semua pihak, termasuk bagi masyarakat Papua.

“Untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini kita jangan bicaralah yang tidak pas dengan sini (Papua) dan sebaliknya juga,” sebutnya.

Menurut Luhut Binsar Panjaitan, Indonesia merupakan negara yang rentan mengalami disiintegrasi. Dirinya lalu menyinggung buku ‘Global Paradox’ yang ditulis John Naisbitt yang turut mengulas soal ancaman disintegrasi suatu bangsa.

Baca juga:   Wiranto: Masih Ada Hasutan dan Provokasi Anarkis di Papua

Luhut Binsar Panjaitan mengatakan masalah etnik, agama, hingga latar belakang budaya bisa menjadi penyebab perpecahan suatu negara.

Apalagi Indonesia terdiri dari 17 ribu pulau, di mana masing-masing pulau itu terdapat mayoritas dan minoritas etnis. Untuk itu, dirinya pun mengajak generasi muda untuk sama-sama menjaga perbedaan yang ada di Indonesia.

“Latar belakang saya Kopassus, hampir semua negeri ini sudah (saya) jalani. Dan saya lihat bagaimana perbedaan-perbedaan dan persamaan-persamaan kita,” kata Luhut Binsar Panjaitan.

Luhut Binsar Panjaitan pun tak menganggap seruan Papua merdeka yang muncul selama aksi protes ribuan masyarakat sebagai sebuah ancaman. Menurutnya, sejak dahulu sudah muncul seruan itu.

Selanjutnya, Luhut Binsar Panjaitan menuturkan kasus dugaan rasial yang terjadi di Surabaya bisa menjadi contoh bahwa apapun dapat menjadi pemicu masalah yang lebih besar. Dirinya menyebut masyarakat Papua cinta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca juga:   Kapolri Sebut Benny Wenda Manfaatkan Rusuh Papua untuk Dibawa ke PBB

“Saya kira enggak (menjadi) suatu hal yang anu (mengancam), asal kita tangani dengan arif, dengan kalem, mestinya enggak ada masalah,” ucapnya.

Selain itu, Luhut Binsar Panjaitan juga mengapresiasi langkah yang diambil Kemenko Polhukam dalam menanggapi gejolak yang terjadi di Papua. Dirinya mengaku setuju dengan keputusan Kemkominfo memblokir akses internet di Papua dan Papua Barat.

Langkah tersebut, dikatakan Luhut Binsar Panjaitan, merupakan bentuk antisipasi pemerintah seperti yang dilakukan saat kerusuhan usai demo menolak rekapitulasi suara di Bawaslu pada 21-22 Mei lalu.

“Jadi kemarin saya kira langkah dari Kominfo untuk membatasi sementara pengiriman data-data saya kira bagus, seperti yang terjadi pada 21 Mei,” ujar Luhut Binsar Panjaitan.

“Saya pikir itu satu langkah, menurut saya langkah yang bagus. Jadi semua harus menahan diri, melihat ini dari segi, kepentingan nasional,” tambahnya. (nuch/cnn)

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of