Dituding Habib Rizieq Tak Paham Esensi Pancasila, Begini Respons BPIP

Hariyono
Hariyono. (foto: IDN Times/Indiana Malia)

harianpijar.com, JAKARTA – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menjawab tudingan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab yang menilai BPIP tidak paham hakikat dan esensi Pancasila.

“Ya saya pikir itu kan haknya dia ya. Habib Rizieq kan oposisi, jadi komentar begitu haknya dia di sebuah negara demokrasi. Tapi yang jelas bahwa BPIP dibentuk untuk membantu pemerintah mengarusutamakan Pancasila. Jadi pengarustamaan Pancasila itu pertama sebagai dasar negara,” ujar Plt Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Hariyono kepada detik, Sabtu, 24 Agustus 2019.

Hariyono menegaskan, sejak awal BPIP memposisikan Pancasila sebagai dasar negara. Tidak ada sama sekali di BPIP yang berpandangan atau berniat menggeser Pancasila dari dasar negara menjadi pilar negara.

“Pak Presiden sudah konkret itu, sehingga BPIP tidak memposisikan Pancasila sebagai pilar, itu jelas. Bahwa Pancasila adalah dasar negara, filosofi bangsa, yang sedang kita perjuangkan bersama-sama,” jelasnya.

Baca juga:   Tanggapi Moeldoko, FPI: Tunjukkan Saja di Mana yang Anti-Pancasila?

Selain itu, dikatakan Hariyono, selama ini BPIP juga sudah bekerja sesuai dengan perpres yang berlaku. BPIP saat ini juga tengah berkoordinasi dengan Kemendikbud dan Kemenristekdikti soal pendidikan Pancasila.

“Sudah ada kan (kerjanya) sesuai dengan yang di perpres itu. Cuma ini kan kita sudah hampir dekade ini, pengaruh soal Pancasila kan hilang dari ruang publik. Kita harus menata ulang kembali, bagaimana materi pelajaran mulai dari PAUD sampai perguruan tinggi kami bahas bersama. Kami tentunya juga mesti melibatkan banyak pihak, terutama kalangan teman-teman dari Kemendikbud dan Kemenristekdikti. Ini sedang dikerjakan, jadi bagaimana pelajaran Pancasila mulai PAUD sampai perguruan tinggi itu dijalankan,” kata Hariyono.

Baca juga:   Saksi Ahli Mudzakkir Akui Sempat Berhubungan dengan FPI

Sebelumnya, Rizieq Syihab menyebut BPIP tak paham hakikat dan esensi Pancasila. Pernyataan itu disampaikan Rizieq Syihab dalam sambutannya di Milad ke-21 FPI melalui video dari Mekkah yang disiarkan langsung akun YouTube Front TV, Sabtu, 24 Agustus 2019. Milad ke-21 FPI itu digelar di Stadion Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara.

“Lebih parahnya lagi, rezim yang tidak paham hakikat Pancasila ini telah membentuk Badan Pembinaan Ideologi Pancasila yang disingkat BPIP. Dengan anggota yang juga tidak paham esensi Pancasila, tapi digaji lebih dari Rp 100 juta rupiah per bulan tiap anggotanya hanya untuk menonton dagelan pengkhianatan pergeseran Pancasila dari dasar negara menjadi pilar negara,” tandas Rizieq Syihab. (nuch/det)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini