Soal Instalasi Gabion, Ketua Fraksi PDIP DKI: Ini Barang Apa Saya Nggak Ngerti

Instalasi-Gabion
Instalasi Gabion. (foto: detik/Grandyos Zafna)

harianpijar.com, JAKARTA – Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mengomentari soal ornamen batu atau yang dinamakan ‘Instalasi Gabion’ yang menghiasi kawasan Bundaran HI. Gembong Warsono mengaku dirinya tidak memahami sisi estetika ornamen batu tersebut.

“Ini barang apa saya nggak ngerti. Saya katakan barang seni ya barang seni, kalau bukanya bukan. Saya katakan kalau itu kasarannya gini, orang kampung pun bisa numpuk-numpuk batu seperti itu,” ujar Gembong Warsono kepada awak media, Kamis, 22 Agustus 2019 malam.

Menurut Gembong Warsono, dirinya masih memahami nilai seni ‘Bambu Getah Getih’ yang pernah dipasang. Namun, untuk ornamen batu tak dianggapnya barang seni.

Baca juga:   Presiden Jokowi: Saya Tak Akan Biarkan KPK Diperlemah

“Kalau dulu Getah Getih masih dinilai barang seni . Kalau ini nggak ngerti maksudnya apa,” sebutnya.

Selain itu, Gembong Warsono juga menyayangkan oranamen yang dibuat tak menggambarkan melimpahnya APBD DKI Jakarta.

“Dalam konteks estetika ibu kota tidak menarik. Dengan APBD Rp 90 triliun sangat tidak sepadan,” tandas Gembong Warsono.

Sebagaimana diketahui, Instalasi Gabion merupakan hasil tim kreatif Dinas Kehutanan. Ornamen itu terlihat menghiasi Bundaran HI sejak Jumat, 16 Agustus 2019.

“Yang kami pasang merupakan ornamen kota yang kami beri nama ‘Instalasi Gabion’,” kata Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Suzi Marsita saat dihubungi, Kamis, 22 Agustus 2019.

Baca juga:   Politisi PDIP Sedih, Tak Seharusnya Serang Fisik Jokowi dalam Doa

Instalasi Gabion dipasang dengan anggaran Rp 150 juta. Ornamen ini juga dilengkapi dengan tanaman hias penyerap polutan yang disusun alami.

Sebelumnya, terdapat instalasi bambu Getah Getih terpasang selama 11 bulan. Namun, instalasi Getah Getih dibongkar pada Rabu, 17 Juli 2019 malam lalu lantaran kondisinya sudah rapuh akibat faktor cuaca.

“Taman biasa, itu rancangannya dari Dinas Pertamanan, namanya kan nanti Dinas Pertamanan dan Hutan Kota. Jadi rancangan begitu sama seperti taman-taman yang lain, biasa saja. Tentu lah (untuk mempercantik), memang untuk apalagi kalau bukan mempercantik?” ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terpisah. (nuch/det)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini