Agung-Laksono
Agung Laksono. (foto: Antara Foto)

harianpijar.com, JAKARTA – Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono mengatakan partainya akan mengambil langkah hukum terkait insiden pelemparan bom molotov di kantor DPP Partai Golkar oleh orang tak dikenal pada Rabu, 21 Agustus 2019, sekitar pukul 03.05 WIB.

Menurut Agung Laksono, langkah hukum yang akan ditempuh berupa laporan polisi dan akan dilakukan oleh Sekjen Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus.

“Saya dengar akan dilakukan oleh Sekjen (Partai Golkar) ke polisi. Kami jalur hukum dipakai saja,” ujar Agung Laksono saat dikonfirmasi, di kantor DPP Golkar, Jalan Anggrek Neli, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat pada Rabu 21 Agustus 2019 kemarin.

Baca juga:   Politikus Muda Golkar: Jika Lolos Kasus e-KTP, Setya Novanto Yang Paling Tepat Dampingi Jokowi di 2019

Agung Laksono mengatakan, terkait insiden pelemparan molotov yang terjadi, kekerasan dan pemaksaan kehendak tidak terjadi dalam dunia politik. Lantaran, Indonesia baru saja melalui masa-masa di mana politik identitas terjadi lalu mengancam persatuan dan kesatuan.

“Jangan biarkan politik kekerasan, apalagi pemaksaan kehendak dengan segala cara masuk ke dalam dunia politik,” tegasnya.

Meski demikian, Agung Laksono enggan menduga bahwa insiden ini terkait dengan agenda penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar yang rencananya akan digelar pada Desember 2019 mendatang.

Agung Laksono pun menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian terkait insiden pelemparan molotov ini. Dirinya meminta kepolisian segera memproses dan menemukan pelaku pelemparan sehingga motifnya dapat diketahui.

Baca juga:   Jagokan Bambang Soesatyo, Yorrys Ungkap Kegagalan Airlangga Selama Pimpin Golkar

“Saya minta supaya diproses, diketahui siapa yang melaksanakan, apa maksud dan tujuannya,” kata Agung Laksono.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono telah membenarkan adanya insiden pelemparan bom molotov yang terjadi di Kantor DPP Partai Golkar. Diduga sekitar dua botol bekas sirup berisi bahan bakar yang dilemparkan.

“Iya benar ada pelemparan (bom molotov),” ujar Argo Yuwono, Rabu 21 Agustus 2019.

Selain itu, dikatakan Argo Yuwono, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut hingga saat ini.

“Masih dalam penyelidikan,” sebutnya. (elz/cnn)

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of