Fahri-Hamzah-1
Fahri Hamzah. (foto: dok. Viva)

harianpijar.com, JAKARTA – Politikus Fahri Hamzah ikut angkat suara soal wacana penambahan jumlah pimpinan MPR. Menurutnya, penambahan pimpinan MPR menjadi tak rasional jika hanya untuk memenuhi kuota perwakilan partai.

“Kalau simbolik kan ya tidak rasional, hanya simbolik supaya semua partai harus dalam kepemimpinan,” kata Fahri Hamzah kepada awak media di kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Rabu, 21 Agustus 2019.

Lebih lanjut, Wakil Ketua DPR itu lalu menyinggung soal tugas pimpinan MPR. Dirinya menilai tugas pimpinan MPR saat ini seperti hanya menerima tamu.

Baca juga:   Dianggap Melecehkan Profesi TKI, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah Dilaporkan ke MKD

“Seperti sekarang cuma simbolik aja, kayak cuma terima tamu. Terus nanti pimpin sidang yang tugasnya hanya sekali dalam setahun atau sekali dalam lima tahun,” ujar Fahri Hamzah.

Fahri Hamzah mengatakan pimpinan MPR berbeda dengan DPD dan DPR, yang tugasnya permanen. Seperti DPR, misalnya, yang harus menggelar rapat pimpinan dan rapat bamus.

“Rapat bamus tiap pekan, rapat paripurna setiap pekan itu harus dipimpin. Sementara MPR itu paripurna cuma tiga, kalau mau lantik presiden, kalau mau ubah UUD, kalau mau ganti presiden, cuma tiga kali. Yang dua kali nyari nggak ada. Berarti cuma sekali aja itu kepemimpinan MPR diperlukan pada saat pelantikan, udah itu selesai,” tandas Fahri Hamzah.

Baca juga:   Tambah Pimpinan MPR, Pengamat: Wacana yang Dinilai Tidak Masuk Akal

Sebagaimana diketahui, usulan 10 pimpinan MPR ini awalnya dilontarkan Wakil Sekjen PAN Saleh Partaonan Daulay. Terkait hal itu, PPP menilai usulan penambahan jumlah ataupun mempertahankan jumlah pimpinan MPR seperti periode saat ini perlu melalui revisi UU MD3. (nuch/det)

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of