Hasyo-Kristiyanto
Hasto Kristiyanto. (foto: tirto/Lalu Rahadian)

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menilai jabatan wakil menteri sangat strategis bagi kemajuan bangsa. Karena itu, jabatan tersebut baiknya diberikan kepada yang mengerti persoalan, bukan berdasarkan portofolio yang diajukan oleh partai politik (parpol).

“Kami di dalam menempatkan jabatan struktural dan strategis, karena itu adalah agenda prioritas, jadi bukan berarti karena didasarkan bagi-bagi portofolio kementerian,” kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Selasa, 20 Agustus 2019.

Menurut Hasto Kristiyanto, jabatan wakil menteri di Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Keuangan sangat penting. Dirinya lalu mencontohkan orang yang mengisi jabatan wakil menteri keuangan harus mengerti kebijakan fiskal.

Baca juga:   Megawati: PDIP Tidak Akan Desak Jokowi untuk Memastikan Kabinet

“Mengingat soal itu perlu tanggung jawab baik ke dalam maupun luar negeri juga. Nah, bagaimana kinerja perdagangan kita, neraca keuangan kita, kemudian struktur APBN yang sehat. Struktur APBN yang berikan stimulus perkembangan ekonomi diperlukan posisi wakil menteri, di dua kementerian itu,” jelasnya.

Selanjutnya, Hasto Kristiyanto juga melihat, untuk wakil menteri luar negeri, mengisinya harus mengerti sejarah Indonesia dari merdeka hingga kini. Karena, pengisi jabatan itu harus menyadari semangat Konferensi Asia-Afrika, di mana Bung Karno mengusung semangat persaudaraan dunia.

Baca juga:   Soal Kursi Menteri, Pengamat: Parpol Diminta Berhenti Lakukan Manuver dan Jangan Buat Kegaduhan

“Tetapi itu nanti adalah merupakan hak dari Pak Jokowi. Yang jelas bagi PDIP, kami tegaskan wakil-wakil menteri yang dibentuk dengan melihat agenda strategis dan melihat tantangan yang dihadapi kementerian itu. Bukan dalam konteks bagi-bagi portofolio,” ujar Hasto Kristiyanto. (elz/jpn)

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of