jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi).

harianpijar.com, JAKARTA – Pengamat politik Hendri Satrio mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin, 19 Agustus 2019 kemarin, telah menyampaikan pernyataannya terkait insiden yang terjadi di Manokwari, Papua Barat.

“Pidato awal Presiden dalam rangka menenangkan masyarakat, karena mungkin Presiden belum mendapatkan laporan secara lengkap kemarin,” kata Hendri Satrio saat dikonfirmasi, Selasa, 20 Agustus 2019.

Namun, menurut Hendri Satrio, masyarakat sesungguhnya menginginkan Presiden untuk memberikan instruksi kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menuntaskan masalah dan membuat kondisi lebih stabil.

Baca juga:   Jujur dengan Sikap Politiknya, Pengamat: NasDem Tegas Menolak Gerindra ke Koalisi Pemerintah

“Seharusnya Presiden bisa memberikan lagi sambutan berikutnya terkait kondisi Papua terkini. Tetapi untuk yang kemarin, Presiden sudah berhasil memberi ketenangan,” ujar Hendri Satrio.

Sementara sebelumnya, Presiden Jokowi meminta masyarakat Papua memaafkan kekhilafan yang terjadi di Jawa Timur meski itu sangat menyinggung hati dan perasaan masyarakat bumi Cenderawasih.

Baca juga:   Begini Tanggapan Jokowi Soal Usulan Bertemu Prabowo Sebelum 22 Mei

“Jadi, saudara-saudaraku, Pace (bapak), Mace (ibu), mama-mama di Papua, di Papua Barat, saya tahu ada ketersinggungan. Oleh sebab itu sebagai saudara sebangsa setanah air, yang paling baik memaafkan. Emosi itu boleh tapi memaafkan itu lebih baik,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi). (elz/rmo)

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of