Jusuf-Kalla
Jusuf Kalla (JK). (foto: detik/Noval Dhwinuari)

harianpijar.com, JAKARTA – Wapres Jusuf Kalla (JK) meminta semua pihak untuk bisa menahan diri terkait situasi di Papua dan Papua Barat. Masyarakat di Papua dan Papua Barat diharapkan dapat menerima permintaan maaf yang disampaikan Gubernur Jawa Timur dan Wali Kota Malang.

“Gubernur Jawa Timur sudah meminta maaf akan kejadian yang dibuat oleh aparat di bawah, dan juga di Malang Wali Kotanya sudah meminta maaf. Jadi apa yang diharapkan sudah selesai. Jadi karena itu masyarakat di Papua kita harapkan dapat menerima, penyesalan dan permintaan maaf dari masing-masing yang berbuat salah,” ujar JK di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa, 20 Agustus 2019.

Baca juga:   Papua Kembali Ricuh, Fahri Hamzah: Perlu Penanganan Segera, Jangan Dianggap Ini Soal Sosmed

JK menyesalkan kericuhan yang sempat terjadi di Manokwari. Dirinya ingin masalah tersebut dapat segera selesai.

“Kita prihatin dan menyesalkan kejadian di beberapa kota. Kejadian di Surabaya, Malang, Manokwari, Sorong, Jayapura. Kita harap ini akan cooling down,” ungkapnya.

Lebih lanjut, JK pun mengimbau semua pihak untuk saling menghargai. Dirinya berpesan masyarakat toleran terhadap mahasiswa Papua, dan mahasiswa Papua juga diminta menghargai kehidupan sosial masyarakat lain.

Baca juga:   JK Resmikan Asian Games GOIFEX 2017 di JCC

“Tentu kita menghargai masyarakat Papua yang ada di Jakarta tapi juga mahasiswa-mahasiswa itu juga yang ada di banyak kota di Indonesia menghargai kehidupan sosial masyarakat dan aturan-aturan yang ada. Jadi saling menghargai lah,” kata JK.

Terkait adanya dugaan tindakan rasis yang berasal dari oknum aparat, JK menyerahkannya ke masing-masing institusi penegak hukum.

“Ya itu. Saling menghargai UU yang ada. Kalau terjadi, walaupun itu kan belum terbuka benar. Itu urusan teknis oleh pejabat bersangkutan. Pak Kapolri. Tentu ada juga aturannya,” terangnya. (nuch/det)

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of