Hasto-Kristiyanto
Hasto Kristiyanto. (foto: dok. Poskotanews)

harianpijar.com, JAKARTA – Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (Sekjen PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan partainya sangat menyesalkan berbagai tindakan rasisme, intoleransi dan perlakuan diskriminasi yang terjadi terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang.

Selain itu, PDIP juga menolak keras gerakan separatisme, mengingat NKRI sudah final membentang dari Sabang sampai Merauke, dari Mianggas sampai Rote.

“Persatuan dan kesatuan bangsa berdiri di atas prinsip kebangsaan. Setiap warga negara Indonesia sama kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan, wajib menjalaninya tanpa kecuali. PDIP sangat menyesalkan berbagai aksi intoleransi, diskriminasi dan rasisme yang memecah soliditas bangsa. Aparat penegak hukum harus bertindak tegas tanpa kecuali. Kedepankan tertib hukum, tindak tegas para provokator dan kaum perusuh,” kata Hasto Kristiyanto dalam keterangan resmi, Senin, 19 Agustus 2019.

Baca juga:   Soal Syarat 55:45 Amien Rais, PDIP: Itu Pesan agar PAN Tak Gabung di Pemerintahan

Selanjutnya, Hasto Kristiyanto juga menyampaikan instruksi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri agar seluruh kader partai bergerak aktif, melakukan silaturahmi dan bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat agar kejadian di Kota Surabaya, Malang dan di Manokwari tidak terjadi lagi.

“PDIP memberikan dukungan bagi aparat keamanan untuk tegas. Kedepankan tertib hukum dan tertib masyarakat agar kedepankan dialog, musyawarah di dalam menyelesaikan persoalan di lapangan,” ujar Hasto Kristiyanto.

Lebih lanjut, ditegaskan Hasto Kristiyanto, Papua adalah bagian integral Republik Indonesia. Karena itu, PDIP berdiri bersama warga Papua yang mendambakan kesejahteraan dan keadilan di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca juga:   Tjahjo Kumolo: Karena Solid PDIP Pertahankan Pengurus Lama

Selain itu, PDIP juga mendukung sepenuhnya upaya pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk secara terus menerus menghadirkan pembangunan berkeadilan, berkelanjutan serta merata di tanah Papua.

Karena itu, lanjut Hasto Kristiyanto, PDIP memegang teguh ajaran Bung Karno untuk turut membentuk dunia baru tanpa ‘exploitation de l’homme par l’homme’ (penindasan sesama manusia) dan ‘exploitation de nation par nation’ (penindasan antar bangsa).

Berdasarkan semangat pembebasan itulah Bung Karno bersama rakyat Papua melawan penjajahan yang berlangsung selama ratusan tahun di Indonesia.

Dalam semangat pembebasan yang sama, PDIP berkomitmen memperjuangkan kesejahteraan serta memastikan agar keadilan sosial ekonomi menjadi milik seluruh warga negara Indonesia. (elz/med)

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of