Ahmad-Riza-Patria
Ahmad Riza Patria. (foto: dok. Viva)

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Gerindra berharap kabinet yang disusun Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat menyelamatkan Indonesia dari berbagai masalah di masa yang akan datang. Selain itu, dipastikan Partai Gerindra akan menghormati susunan kabinet yang dibentuk tersebut.

“Kami menghormati keputusan hak proregratif Presiden ya, yang penting bagi kami, kabinet yang disusun Pak Jokowi siapa pun itu kita harap bisa menyelamatkan Indonesia dari berbagai masalah ke depan,” kata Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria di kantor DPP Gerindra, Jakarta, Sabtu, 17 Agustus 2019.

Kendati demikian, Ahmad Riza Patria tak ingin berbicara soal peluang partainya bergabung dengan koalisi pemerintahan dalam lima tahun ke depan. Menurutnya, Partai Gerindra belum pernah menyodorkan nama calon menteri kepada Jokowi.

Karena itu, Ahmad Riza Patria mengamini bahwa Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terlihat akrab dengan Presiden Jokowi saat bertemu di Stasiun Moda Raya Transportasi (MRT) Lebak Bulus, Jakarta. Dirinya juga tidak mau mengabaikan hubungan baik yang dijalin kembali antara Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Baca juga:   Nilai Wajar PDIP Minta Menteri Terbanyak, NasDem Ingatkan Soal Parpol KIK yang Tak Lolos Parlemen

Tetapi, menurut Ahmad Riza Patria, itu bukan berarti Partai Gerindra sudah pasti bergabung ke dalam koalisi pemerintahan. Dirinya menegaskan Prabowo Subianto maupun Partai Gerindra belum pernah bicara soal kursi menteri.

“Sampai hari ini tidak pernah bicara soal koalisi, kita tidak bicara soal jabatan menteri apapun itu. Jadi sekali lagi kami sampaikan, apa yang dilakukan Bapak Prabowo sebagai bentuk ketokohan, kebijakan, kebijaksanaan, dan segenap negarawan beliau sehingga bersedia bertemu dengan Pak Jokowi,” ujar Ahmad Riza Patria.

Menurut Ahmad Riza Patria, Jokowi dan Megawati merupakan tokoh-tokoh yang memang sudah kenal lama dengan Prabowo Subianto. Karena itu, tidak perlu heran jika mantan calon presiden Prabowo Subianto tampak akrab dengan Jokowi dan Megawati beberapa waktu terakhir ini.

“Jadi pertemuan itu lebih sekedar silaturahmi, pertemuan-pertemuan tersebut sebagai bentuk bahwa para elite kita harus memberi contoh, memberi keteladanan, pentingnya persatuan,” ucapnya.

Selanjutnya, Ahmad Riza Patria menjelaskan, Prabowo Subianto tidak akan terpaku pada jabatan. Partai Gerindra dan Prabowo Subianto lebih memprioritaskan kepentingan bangsa dan negara. Bukan sebatas kepentingan Partai Gerindra untuk mendapat jabatan tertentu.

Baca juga:   Ingatkan NasDem, Gerindra: Kabinet Jadi Wewenang Presiden!

“Bapak Prabowo sudah memutuskan nanti pada saatnya beliau akan memilih yang terbaik tidak hanya untuk kepentingan partai dan negara, selalu keputusannya diambil untuk kepentingan bangsa negara rakyat dan selalu keputusan diambil dengan cara yang sangat demokratis,” jelas Ahmad Riza Patria.

Sementara, gelagat Partai Gerindra dalam beberapa waktu belakangan tampak akrab dengan PDIP meski berseteru dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Namun, ketua umum kedua partai tersebut sudah saling bertemu.

Bahkan, Megawati sempat mengundang Prabowo Subianto ke kediamannya di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. Prabowo Subianto juga memenuhi undangan Kongres V PDIP di Bali. Prabowo Subianto juga hadir bersama sejumlah petinggi parpol pengusung Jokowi-Ma’ruf Amin.

Sementara, menurut salah satu sumber yang juga merupakan petinggi Partai Gerindra, partainya sudah cukup dekat untuk bergabung ke dalam koalisi pemerintahan. Bahkan, progres telah mencapai 70 persen.

Dirinya juga mengatakan Partai Gerindra sudah menyiapkan beberapa nama untuk didapuk sebagai menteri, mereka adalah Edhy Prabowo, Fadli Zon, dan Sandiaga Uno. (elz/cnn)

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of