Sidang-Gugatan-Kivlan-Zen
. (foto: detik/Zunita Amalia Putri)

harianpijar.com, JAKARTA – Menko Polhukam Wiranto dan Kivlan Zen sepakat melakukan mediasi terkait gugatan pembentukan Pam Swakarsa. Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) memberikan waktu selama 30 hari kepada kedua belah pihak untuk melakukan mediasi.

Kesepakatan itu ditetapkan dalam persidangan di PN Jaktim, Jakarta Timur, pada Kamis, 15 Agustus 2019. Kuasa hukum Kivlan Zen, Tonin Tachta yang lebih dulu mengungkapkan keinginan damai tersebut.

“Jadi begini yang mulia, Pak Kivlan ingin ada upaya damai,” kata Tonin Tachta dalam persidangan.

Pihak Wiranto pun merespons positif keinginan Kivlan Zen tersebut. “Sesuai mekanisme, kita ikuti,” ujar kuasa hukum Wiranto, Adi Warman.

Kuasa hukum Kivlan Zen dan Wiranto menuturkan akan menyerahkan semua proses mediasi dan penunjukan mediator kepada majelis hakim yang mengadili perkara ini. Hakim Antonius lalu menunjuk hakim PN Jaktim, Nelson J Marbun sebagai mediator.

Baca juga:   Wiranto: Ahok Diancam Dibunuh, Kalau Ancaman Itu Real Laporkan Ke Polisi

“Sebagaimana biasa, kami jelaskan untuk upaya damai dengan beberapa pihak, tentu juga pihak penggugat perlu, bagaimana ada mediator penunjukan pihak di pengadilan, tentunya proses berlangsung mediasi sebagaimana kita ketahui peraturan MA Nomor 1 Tahun 2016, waktunya selama 30 hari. Selama 30 hari bisa dimintakan perpanjangan mediator, apabila mediator itu diharapkan sangat untuk tercapainya perdamaian,” jelas hakim Antonius.

Hakim Antonius meminta agar Kivlan Zen dan Wiranto hadir dalam mediasi. Dirinya juga mengingatkan akan ada sanksi yang diberikan jika salah satu dari kedua belah pihak tidak memiliki itikad untuk berdamai.

“Seperti kita tahu bersama, diharapkan pihak prinsipal hadiri mediasi. Dan kemudian ada tentunya sanksi-sanksinya pihak prinsipal yang nggak ada itikad baik, ada konsekuensi juga,” sebutnya.

Baca juga:   Bantah Tudingan PA 212 ke Wiranto, Moeldoko: Tak Ada yang Benci Habib Rizieq

Lebih lanjut hakim Antonius mengatakan, jika mediasi berhasil, PN Jaktim akan mengeluarkan akta perdamaian. Namun jika gagal, majelis akan melanjutkan perkara gugatan Kivlan Zen ini.

“Kalau mediasi berhasil, maka kita akan lanjutkan persidangan dengan membuat putusan akta perdamaian sesuai kesepakatan dua belah pihak. Kalau nggak ada damai, kita akan lanjutkan persidangan tentang akhir mediasi itu sendiri,” kata hakim Antonius.

Sementara itu, persidangan akan dibuka kembali pada 26 September untuk membacakan hasil dari mediasi. Jika mediasi gagal, majelis hakim akan melanjutkan sidang dengan agenda pembacaan gugatan. (nuch/det)

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of