Airlangga-Hartarto
Airlangga Hartarto. (foto: instagram/airlanggahartarto)

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Demokrat menyatakan ingin memperkuat pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menanggapi hal itu, Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan penguatan koalisi bisa dilakukan di parlemen.

“Tentu koalisi bisa di parlemen, bisa di banyak tempatlah,” kata Airlangga Hartarto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Agustus 2019.

“Kalau di parpol kan, kursinya di parlemen. Jadi tentu akan bisa memperkuat koalisi di parlemen,” imbuhnya.

Airlangga Hartarto menerangkan, bentuk kerja sama koalisi Jokowi di parlemen bisa memperkuat nilai tawar pemerintah (eksekutif) di legislatif, contohnya dalam hal penyusunan UU atau kebijakan-kebijakan yang dilakukan pemerintah.

“Kan tentu ada kebijakan-kebijakan pemerintah yang membutuhkan persetujuan parlemen. Apakah itu terkait perundang-undangan, apakah terkait fungsi anggaran, apa juga dengan pengawasan. Dengan semakin besar koalisi, tentu itu akan memperkuat posisi pemerintah,” ujar Airlangga Hartarto.

Baca juga:   Bela SBY dan Hinca, Ferdinand Demokrat Sebut Subur Sembiring Tak Paham Apa yang Terjadi

Sebelumnya, Partai Demokrat menyatakan ingin memperkuat pemerintahan Jokowi. Namun, Partai Demokrat menegaskan keinginan itu bukan karena pihaknya mengincar kursi menteri di kabinet Jokowi.

“Kami kami tidak pernah mengincar jatah kursi, kami tidak pernah minta kursi, karena kami sadar itu adalah hak prerogatif presiden. Jadi kami jangan disamakan dengan partai lain,” ujar Waketum Partai Demokrat Syarief Hasan kepada awak media, hari ini.

Syarief Hasan mengatakan dukungan Partai Demokrat ke Jokowi bukan tanpa syarat. Dirinya menyebut chemistry partainya dengan Jokowi dalam membangun bangsa adalah syarat utama.

Baca juga:   Sambut Baik Isu PAN-Demokrat Merapat ke Jokowi, Begini Kata Ketum Golkar

“Pertama kita chemistry-nya cocok apa nggak. Chemistry-nya dalam membangun bangsa cocok apa enggak. Programnya cocok atau tidak. Yang kedua, kebersamaan ada atau tidak di dalam. Koalisi kan harus kompak. Kita nyaman atau tidak di dalam (koalisi),” ungkapnya.

Meski demikian, Syarief Hasan mengatakan belum ada pembicaraan secara formal antara Partai Demokrat dengan Jokowi terkait dukungan itu.

“Secara formal belum ya. Tetapi dari hasil lobi-lobi kita kan komunikasi terus. Masuk tidak masuk, komunikasi harus tetap dijalin,” kata Syarief Hasan. (nuch/det)

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of