Ferdinand-Hutahaean
Ferdinand Hutahaean. (foto: detik/Yulida Medistiara)

harianpijar.com, JAKARTA – Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean melontarkan kritik terhadap perluasan ganjil genap yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Ferdinand Hutahaean menilai perluasan ganjil genap kurang tepat. Hal itu, disebutnya, hanya akan mengurangi pendapatan driver taksi online.

@habiburokhman Bang Habib kandaku yang baik. Tolong sampaikan @aniesbaswedan perluasan itu tidak tepat, hanya akan mengurangi rejeki taksi online dan memicu warga beli mobil baru. Jika dipaksakan, itu hanya efektif sesaat 6-12 bulan. Setelah itu gagal karena mobil baru bermunculan,” tulis Ferdinand Hutahaean dalam akun Twitter-nya, @FerdinandHaean2, Senin, 12 Agustus 2019.

Seperti diketahui, Pemerintah DKI Jakarta mengumumkan 16 ruas jalan yang terkena kebijakan ganjil genap terbaru. Kebijakan itu akan diberlakukan mulai 9 September 2019 mendatang.

Baca juga:   Djarot: Pertanyakan Niat Anies Baswedan Ciptakan Open Governance

Namun, dikatakan Kepala Dishub Syafrin Liputo, sepeda motor tidak kena kebijakan perluasan ganjil genap di Jakarta. Perluasan ganjil genap ini diambil sesuai dengan Instruksi Gubernur Nomor 66 Tahun 2019. Mobil listrik juga tidak diikutsertakan peraturan ini.

Pelaksanaan tahap sosialisasi akan dimulai pada 7 Agustus-8 September. Kemudian, ganjil genap akan mulai berlaku pada 9 September 2019.

Ganjil genap ini berlaku pada Senin-Jumat kecuali hari libur nasional pukul 06.00-10.00 WIB dan 16.00-21.00 WIB.

Adapun ruas jalan baru yang kena kebijakan ganjil genap adalah sebagai berikut:

1. Jalan Pintu Besar Selatan
2. Jalan Gajah Mada
3. Jalan Hayam Wuruk
4. Jalan Majapahit
5. Jalan Sisingamangaraja
6. Jalan Panglima Polim
7. Jalan Fatmawati sd simpang Jl TB Simatupang
8. Jalan Suryopranoto
9. Jalan Balikpapan
10. Jalan Kyai Caringin
11. Jalan Tomang Raya
12. Jalan Pramuka
13. Jalan Salemba Raya
14. Jalan Kramat Raya
15. Jalan Senen Raya
16. Jalan Gunung Sahari

Baca juga:   Bantah Demokrat Tak Nyaman dengan Pertemuan Megawati-Prabowo, Begini Kata Ferdinand

Jalur lama:

Jalan Gatot Subroto
Jalan MT Haryono
Jalan HR Rasuna Said
Jalan DI Panjaitan
Jenderal Ahmad Yani (mulai dari simpang jalan Perintis kemerdekaan sampai simpang jalan Bekasi Timur Raya)
Jalan Medan Merdeka Barat
Jalan MH Thamrin
Jalan Jenderal sudirman
Jalan Jenderal S parman (mulai dari simpang jalan Tomang Raya sampai simpang jalan KS Tubun)

. (nuch/sua)

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of