Surya-Paloh
Surya Paloh. (foto: Aktual/Tino Oktaviano)

harianpijar.com, JAKARTA – Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai dalam koalisi Joko Widodo (Jokowi) memang tercermin persaingan dan pengaruh sesama internal partai koalisi. Perang pengaruh antara PDIP dengan Partai NasDem terjadi jelang pembentukan Kabinet Jilid II Presiden Jokowi.

Menurut Ujang Komarudin, perang pengaruh PDIP dengan Partai NasDem terjadi lantaran Ketum Partai NasDem Surya Paloh terlihat lebih dominan dan dekat dengan Jokowi. Bahkan, bisa saja karena Surya Paloh menjadi salah satu penyandang dana Jokowi dan Partai NasDem sangat loyal ke Jokowi.

Baca juga:   Soal Insiden Manokwari, Pengamat: Pernyataan Jokowi Berikan Ketenangan

“SP (Surya Paloh-red), NasDem dan jaringan medianya bekerja untuk Jokowi. Karena SP punya investasi politik pada Jokowi, tak aneh jika Jaksa Agung diberikan ke kader NasDem,” kata Ujang Komarudin seperti dilansir RMOL, Senin, 5 Agustus 2019.

Lebih lanjut, Ujang Komarudin menjelaskan, PDIP sebagai pemenang pemilu tentu tidak ingin kehilangan pengaruh di internal koalisi, apalagi Jokowi adalah kader PDIP. Dan yang repot itu saat Jokowi dibajak Partai NasDem.

Meski begitu, dikatakan Ujang Komarudin, walau ada perang pengaruh antara PDIP dengan Partai NasDem, Jokowi diyakini tidak akan meninggalkan Surya Paloh dan partainya.

Baca juga:   Terkait Megawati Ingin Pensiun dari Ketua Umum PDIP, Jusuf Kalla: Ada Hak-hak Pribadi dan Mungkin Jenuh

“NasDem tak akan ditinggalkan. Yang terjadi nantinya perang dingin saja antar sesama internal partai koalisi Jokowi. Terjadi power interplay atau tarik-menarik kepentingan antara Jokowi dan partai-partai koalisinya,” terangnya.

Ujang Komarudin pun lalu mengungkapkan alasan mengapa Partai NasDem tidak akan ditinggalkan, karena buktinya ketum partai koalisi (Partai Golkar, PKB, PPP), pernah menghadap Surya Paloh.

“Jadi PDIP dengan kekuatannya sendiri dan NasDem pun dengan kekuatannya sendiri sedang mencari pengaruh di sesama internal koalisi Jokowi,” ujar Ujang Komarudin. (elz/rmo)

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of