PAN
Ilustrasi. (foto: medcom/Rakhmat Riyandi)

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Amanat Nasional (PAN) dinilai sulit untuk menempatkan posisinya sebagai oposisi pada pemerintahan periode 2019-2024. Karena, posisi itu juga akan berpengaruh pada pergerakan mesin politik partai.

“Akan sulit bagi PAN kalau kemudian berada di luar kekuasan, karena ini menyangkut sumber daya-sumber daya strategis yang diperlukan untuk menggerakkan mesin politik partai,” kata pengamat politik Ade Reza Hariyadi saat ditemui di Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu, 3 Agustus 2019.

Menurut Ade Reza Hariyadi jika partai besutan Amien Rais itu memilih untuk berada di luar pemerintahan, akan membatasi kesempatan bagi internal PAN untuk mendistribusikan potensi-potensi kadernya.

Baca juga:   Pemuda Pancasila: Jangan Coba-Coba Ganggu NKRI, Pancasila dan Presiden

Sementara sebelumnya, Senior Instruktur DPP PAN Icu Zukafril pada, Jumat, 2 Agustus 2019 mengatakan bahwa di tingkat elite PAN masih ragu-ragu dalam menentukan sikap politik untuk menjadi oposisi. Karena itu, PAN masih berupaya masuk dalam koalisi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

Selanjutnya, ditegaskan Ade Reza Hariyadi, sikap PAN yang masih ragu-ragu dan belum menentukan posisi politiknya dalam pemerintahan kemudian membentuk beberapa opini yang berasumsi PAN mencoba bermain ‘dua kaki’. Namun, menurutnya, sikap ragu-ragu PAN untuk menempatkan posisinya adalah sebuah kewajaran.

Karena, saat pemilihan presiden, PAN berada di luar yang memenangkan pilpres. Kondisi itu membuat komunikasinya tidak selancar partai-partai lain yang sejak awal di dalam pendukung Jokowi.

Baca juga:   Politisi Gerindra: Pimpinan dan Dewas KPK Diminta Segera Susun Kode Etik

“Kalau dikatakan ‘dua kaki’ saya kira harus dilihat case by case. Kalau dalam pilpres kan jelas posisi PAN dimana. Tapi setelah itu kan semua partai punya kemerdekaan untuk mengambil dan menentukan langkah-langkah politiknya,” ujar Ade Reza Hariyadi.

Namun, dikatakan Ade Reza Hariyadi, segala kemungkinan posisi partai ini masih sangat terbuka lebar.

“Saya kira semua kemungkinan masih sangat terbuka karena masing-masing sedang bergerak mencari titik temu dan mengkalkulasi segala kepentingannya, pada posisi mana harus diambil, dimana kepentingannya secara maksimal terwakili,” pungkas Ade Reza Hariyadi. (elz/rep)

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of