Pengamat Nilai Ada Kemungkinan PDIP-Gerindra Berkoalisi untuk Singkirkan Anies

Anies-Baswedan
Anies Baswedan. (foto: detik)

harianpijar.com, JAKARTA – Pengamat politik yang juga Direktur Lingkar Madani, Ray Rangkuti menilai Partai Gerindra memiliki kepentingan khusus untuk berkoalisi dengan partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri, PDIP.

Menurutnya, kepentingan itu bersifat jangka pendek dengan tujuan menyingkirkan Anies Baswedan di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2022.

“Yang dekat menurut saya DKI Jakarta. Saya melihat ada kemungkinan PDIP dan Gerindra akan berkoalisi mengusung, mungkin bukan Anies,” ujar Ray Rangkuti kepada JPNN, Selasa, 30 Juli 2019.

Ray Rangkuti berpandangan Partai Gerindra sudah tidak nyaman lagi dengan Anies Baswedan. Karena itu, Partai Gerindra ingin berkoalisi dengan PDIP di Pilgub DKI Jakarta 2022 mendatang.

Baca juga:   Soal Rencana Pemindahan Ibu Kota, Fadli Zon: Harus Lihat Kondisi Ekonomi Kita

“Tentu banyak faktor kenapa Gerindra merasa kurang nyaman dengan Anies, pertama Anies kurang optimal untuk bekerja di pilpres kemarin di DKI,” jelasnya.

Terlebih, dikatakan Ray Rangkuti, pertemuan Anies Baswedan dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh belum lama ini tanpa izin dari Partai Gerindra. Dirinya menilai hal itu membuat Partai Gerindra berang.

Surya-Paloh-Anies-Baswedan
Surya Paloh dan Anies Baswedan. (foto: detik/Agung Pambudhy)

“Keberangkatan Anies ke NasDem sama sekali tanpa izin bahkan tanpa pemberitahuan pada Gerindra,” kata Ray Rangkuti.

Baca juga:   Hasto PDIP: Penerbitan Perppu Sebelum UU KPK Dijalankan Kurang Tepat

Selain itu, Ray Rangkuti juga berpandangan bahwa hubungan Anies Baswedan dan Partai Gerindra semakin berjarak. Hal ini menyusul sengketa kursi wakil gubernur DKI Jakarta yang tidak menunjukkan dukungan dari Anies Baswedan kepada partai yang dipimpin Prabowo Subianto tersebut.

“Boleh jadi pada tingkat tertentu Anies mungkin enggak terlalu happy ada isu yang mendorong Gerindra menjadikan sebagai wakil gubernur. Membongkar kembali kesepatakan antara PKS dengan Gerindra. Jangan-jangan misalnya Gerindra punya calon lain untuk didorong di luar dua nama yang sudah ditetapkan PKS,” tukas Ray Rangkuti. (nuch/jpn)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar