Viva-Yoga-Mauladi
Viva Yoga Mauladi. (foto: twitter/dpr_ri)

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Amanat Nasional (PAN) masih belum menentukan sikap politik ke depan apakan akan bergabung dengan koalisi Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin atau tidak. Meski, ada kemungkinan terbentuknya ‘koalisi plus-plus’ seperti yang disampaikan Wakil Ketua TKN Moeldoko.

PAN mengatakan posisi politiknya akan ditentukan dalam rapat kerja nasional (rakernas) dan komunikasi dengan Presiden Jokowi.

“Soal posisi politik ditentukan oleh dua hal. Pertama di internal partai, posisi politik PAN akan ditentukan di Rakernas PAN dan kedua, akan ditentukan oleh proses komunikasi politik yang terjalin dengan presiden terpilih,” ujar Waketum PAN Viva Yoga Mauladi, Kamis, 25 Juli 2019 malam.

Menurut Viva Yoga Mauladi, posisi di dalam ataupun di luar pemerintahan sama mulianya. Asalkan, posisi tersebut digunakan untuk kepentingan rakyat dan negara.

Baca juga:   Serahkan ke Presiden Soal Penerbitan Perppu, KPK: Kami Tunggu Putusan Final Saja

“Soal apakah PAN berada di dalam pemerintahan atau di luar pemerintahan, menurut platform PAN, adalah sama-sama mulianya asal untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara,” ungkapnya.

Meski belum memutuskan sikap bergabung atau tidak di koalisi untuk mendukung pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin, Viva Yoga Mauladi mengatakan partainya mendukung pemerintahan yang konstitusional selama 5 tahun ke depan. Indonesia, kata dia, harus dikelola secara kolektif dengan melibatkan semua kekuatan politik.

“PAN mengucapkan selamat kepada Pak Jokowi atas amanah dari rakyat. PAN mendukung pemerintahan konstitusional untuk 5 tahun ke depan agar dapat bekerja untuk memakmurkan rakyat. Saya berpendapat bahwa negara bangsa ini harus dikelola secara kolektif yang melibatkan seluruh kekuatan politik mengingat perjalanan ke depan akan semakin kompetitif, terjal, dan keras,” kata Viva Yoga Mauladi.

Baca juga:   Merujuk Pendapat Ahli, Jokowi Nilai Pembatasan Sosial Berskala Mikro Lebih Efektif

Sebelumnya, wacana ‘koalisi plus-plus’ ini disampaikan Moeldoko saat bicara tentang pembubaran TKN. Dirinya menyebut koalisi yang ada saat ini bisa saja berubah menjadi ‘koalisi plus-plus’ yang artinya ada tambahan parpol di dalamnya. Namun, Moeldoko belum mengungkap partai mana yang akan diajak bergabung ke koalisi.

“Ya bisa saja koalisi yang kemarin terbangun lalu ada tambahan lagi, itu namanya plus-plus,” ujar Moeldoko di Kompleks Istana Negara, Jakarta, kemarin. (nuch/det)

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar