Fadli Zon Sebut Prabowo Akan Umumkan Sikap Terkait Koalisi pada Waktu yang Tepat

Fadli-Zon
Fadli Zon. (foto: instagram/fadlizon)

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Gerindra hingga kini belum memutuskan sikap politik ke depan apakah akan bergabung ke koalisi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin atau tidak. Terkait hal itu, Waketum Partai Gerindra Fadli Zon menyebut pihaknya menyerahkan keputusan kepada sang ketum, Prabowo Subianto.

“Gerindra sendiri kan sudah punya mekanisme. Kita serahkan kepada Pak Prabowo. Saya yakin apa yang dilakukan Pak Prabowo ini demi kepentingan bangsa, kepentingan rakyat,” ujar Fadli Zon, Kamis, 25 Juli 2019 malam.

Fadli Zon mengatakan, pertemuan yang dilakukan Prabowo Subianto dengan Presiden Jokowi ataupun dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri adalah silaturahmi demi kepentingan bangsa. Menurutnya, Prabowo Subianto nantinya akan mengumumkan sikap terkait koalisi pada waktu yang tepat mengingat masih ada waktu sebelum pemerintahan baru terbentuk.

Baca juga:   PA 212 Beri Target Prabowo Pulangkan Habib Rizieq dalam 100 Hari Kerja Jadi Menhan

“Pada waktu yang tepat, kalau sekarang masih panjang waktunya. Masih akhir Juli, sementara pemerintahan baru terbentuk saja kan kira-kira bulan Oktober tanggal 20. Jadi saya kira ini pembicaraan-pembicaraan awal,” kata Fadli Zon.

Sebelumnya, isu Partai Gerindra bergabung ke koalisi Jokowi muncul menyusul pertemuan antara Prabowo Subianto dengan Megawati pada Rabu, 24 Juli 2019. Sehari setelah pertemuan itu, tepatnya Kamis, 25 Juli 2019, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Moeldoko mengungkapkan kalau TKN akan bubar dan bisa saja dibentuk ‘koalisi plus-plus’.

Baca juga:   Beralih Dukung Ahok-Djarot, Gerindra Sebut Pengurus Duren Sawit Sudah Bukan Kader

“Koalisi yang terbangun cukup baik, bahkan koalisi itu bisa plus-plus, kan gitu. Jadi bukan hotel saja yang plus-plus,” ujar Moeldoko di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 25 Juli 2019.

“Ya bisa saja koalisi yang kemarin terbangun lalu ada tambahan lagi, itu namanya plus-plus,” imbuhnya menerangkan soal istilah ‘plus-plus’ untuk koalisi. (nuch/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar