Airlangga: Partai Koalisi Pemerintah Pastikan Ajukan Satu Paket Pimpinan MPR

Airlangga-Hartarto
Airlangga Hartarto. (foto: detik/ari)

harianpijar.com, JAKARTA – Partai koalisi pendukung pemerintah Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin memastikan mengajukan satu paket pimpinan MPR RI. Selain itu, diperkirakan akan ada beberapa paket dalam pemilihan pimpinan MPR periode mendatang.

“Paket kalau pemilihan pasti lebih dari satu paket, tapi koalisi pendukung Pemerintah pasti pegang satu paket,” kata Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat dikonfirmasi wartawan, di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis, 25 Juli 2019.

Menurut Airlangga Hartarto, dirinya juga optimistis paket pimpinan MPR tetap akan menjadi jatah partai koalisi pemerintah. Bahkan, hingga saat ini koalisi partai pemerintah masih solid untuk memilih paket pimpinan MPR dari partai koalisi.

Karena itu, Airlangga Hartarto meyakini, partai koalisi tidak akan memilih paket pimpinan MPR yang berasal dari luar partai koalisi.

“Belum ada (dari luar partai koalisi), kan kita koalisi masih 60 persen (kursi di DPR) dan sudah disepakati bahwa pimpinan MPR dari koalisi,” ujar Airlangga Hartarto.

Baca juga:   Soetrisno Bachir: Saya Lihat Banyak Maslahatnya Jika PAN dan Demokrat Gabung Jokowi

Seperti diketahui, partai-partai politik pendukung pemerintah yang sedang memperebutkan kursi Ketua MPR periode 2019-2024 antara lain Partai Golkar, PDIP dan PKB. Namun, PKB yang beragumen paling berhak untuk mendapat kursi MPR.

Sementara, Partai Gerindra belakangan ini juga mengatakan rekonsiliasi diwujudkan dengan kursi Ketua MPR untuk mereka dan kursi DPR untuk PDIP. Sedangkan, aturan pemilihan pimpinan MPR ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan Dewan Perwakilan Daerah atau UU MD3.

Bahkan, mekanisme pemilihan pimpinan diatur dalam UU MD3 pasal 427D. Dalam beleid ini, pimpinan DPR dijabat oleh perwakilan dari partai pemenang pemilihan legislatif (Pileg), sedangkan posisi wakil diberikan kepada partai yang menempati posisi kedua hingga kelima dalam pileg.

Kemudian, pada pasal 15 disusun mengenai pimpinan MPR yang terdiri dari satu ketua dan tujuh wakil ketua Selain itu, Pimpinan MPR dipilih dari dan oleh anggota MPR dalam satu paket yang bersifat tetap.

Baca juga:   Setya Novanto: Partai Golkar Akan Pertimbangkan Bantuan Hukum Bagi Kader Yang Jadi Tersangka KPK

Selanjutnya, bakal calon pimpinan MPR berasal dari fraksi dan/atau kelompok anggota disampaikan di dalam sidang paripurna dengan tiap fraksi dan kelompok anggota dapat mengajukan 1 orang bakal calon pimpinan MPR. Pimpinan MPR tersebut dipilih secara musyawarah untuk mufakat dan ditetapkan dalam rapat paripurna MPR yang terdiri atas 9 fraksi partai politik dan satu fraksi Kelompok DPD.

Selanjutnya, berdasarkan hasil final rekapitulasi nasional Pileg 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 21 Mei 2019, partai politik pendukung pemerintah sebagai pemenang pemilu legislatif (Pileg) 2019 adalah PDIP: 27.053.961 suara (19,33 persen); Partai Golkar: 17.229.789 suara (12,31 persen); PKB: 13.570.097 suara (9,69 persen)l; NasDem: 12.661.792 suara (9,05 persen). (elz/rep)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar