Jimly Asshiddiqie: Oposisi Sifat Alamiah Demokrasi, tapi Jangan Terlalu Kuat

Jimly-Asshiddiqie
Jimly Asshiddiqie. (foto: liputan6/Johan Tallo)

harianpijar.com, JAKARTA – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie mengatakan oposisi merupakan hal yang wajar dalam demokrasi sebagai penyeimbang sistem kekuasaan. Namun, menurutnya, kekuasaan oposisi hendaknya tidak terlalu kuat.

“Oposisi sifat alamiah demokrasi, demokrasi tidak akan bekerja jika tidak ada check and balances itu hukum kehidupan,” kata Jimly Asshiddiqie seusai menjadi pembicara dalam diskusi buku di Jakarta, Kamis, 25 Juli 2019.

Baca juga:   Sandiaga Uno Tegaskan Tetap Setia Kawal Pembangunan sebagai Oposisi

Jimly Asshiddiqie mengatakan istilah apapun yang digunakan, kelompok pengimbang maupun oposisi merupakan istilah yang harus ada namun besaran kewenangannya harus dijaga.

“Harus ada (oposisi) tapi jangan terlalu kuat tapi jangan terlalu lemah,” ungkapnya.

Selanjutnya, Jimly Asshiddiqie menjelaskan, kekuatan oposisi yang terlalu kuat justru akan mendikte proses pengambilan politik yang seharusnya berada di tangan presiden.

Namun, jika terlalu lemah, pemerintah tidak akan ada yang mengontrol sehingga berakibat pada runtuhnya sistem demokrasi yang dimiliki Indonesia.

Baca juga:   Jimly Asshiddiqie: Biar Ada Efek Jera, Diminta Pemerintah Cabut Paspor WNI Eks ISIS

Jimly Asshiddiqie juga mengapresiasi pertemuan Prabowo Subianto-Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto-Megawati Soekarnoputri. Dirinya menilai pertemuan itu sebagai lambang bahwa sudah saatnya rakyat Indonesia kembali bersatu pasca polarisasi Pemilu 2019.

“Saya senang sekali itu memberi sinyal pada rakyat sudah move on,” ujar Jimly Asshiddiqie. (elz/rep)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar