Tak Maksa Jadi Menteri Jokowi, Pengamat: Itu Kearifan Ahok

Ahok
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok. (foto: instagram/basukibtp)

harianpijar.com, JAKARTA – Pengamat politik yang juga Direktur Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menilai mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok memiliki kearifan dan kedewasaan dalam berpolitik. Pasalnya, kata dia, Ahok tidak memaksakan diri untuk menjadi menteri di kabinet Joko Widodo (Jokowi) periode mendatang.

“Itu kenapa dia (Ahok-red) membuat pernyataan itu (tidak ingin menjadi menteri). Itu kearifan Ahok,” ujar Karyono Wibowo kepada JPNN, Kamis, 25 Juli 2019.

Karyono Wibowo mengatakan, Ahok sadar kekurangan yang dimiliki jika menjadi menteri. Di mana, Ahok pernah terjerat perkara pidana atas penistaan agama.

Baca juga:   Ahok: Lihat Palu Sidang, Jangan Taruh-taruh Beginian Depan Saya

“Dia menyadari posisinya. Kalau dia memaksakan, itu punya konsekuensi, dampak negatif. Itu kearifan Ahok. Dia legowo, menyadari akan dirinya,” sebutnya.

Menurut Karyono Wibowo, saat ini Ahok lebih baik menyibukkan diri di kegiatan sosial seperti membuat seminar tentang kepemimpinan. Hal itu membuat Ahok tidak dipusingkan wacana menjadi menteri Jokowi di pemerintahan.

“Lebih baik dia aktif di kegiatan sosial. Seperti pendidikan. Dia bisa memberikan pengalaman dan ilmunya dalam bentuk seminar, diskusi. Itu saya kira lebih bagus untuk seorang Ahok,” kata Karyono Wibowo.

Baca juga:   Politisi NasDem: Diharapakan Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin Tidak Ada Gejolak

Sebelumnya, Ahok mengatakan dirinya tidak mungkin menjadi menteri di kabinet Jokowi. Dirinya sadar punya cacat yakni pernah terjerat perkara pidana.

“Saya tidak mungkin jadi menteri, saya kan sudah cacat di Republik ini. Bukan pesimistis, tapi saya memberi tahu fakta dan kenyataan,” kata Ahok seusai acara penghargaan Roosseno Award di Jakarta, Senin, 22 Juli 2019. (elz/jpn)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar