Bertemu di Teuku Umar, Ini Isi Pembicaraan Empat Mata Prabowo dan Megawati

Megawati-Prabowo
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto. (foto: detik/Grandyos Zafna)

harianpijar.com, JAKARTA – Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto menggelar pertemuan di Teuku Umar kemarin. Waketum Partai Gerindra Edhy Prabowo mengungkap isi pembicaraan empat mata antara kedua tokoh tersebut.

Menurutnya, ada sejumlah hal yang disampaikan Prabowo Subianto kepada Megawati. Pertama, terkait kesiapan Prabowo Subianto membantu jika diminta Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi). Namun, di sisi lain, mantan Danjen Kopassus itu juga menegaskan kesiapannya menjadi oposisi demi bangsa dan negara.

“Pak Prabowo juga menegaskan, yang disampaikan ke kami setelah itu ya. ‘Bu, secara prinsip ya kita kalaupun memang, kan sudah juga disampaikan ke Pak Jokowi, kalau memang kita dibutuhkan, ya, kita siap. Tapi kalau tidak, ya kita di luar juga nggak ada masalah,'” ujar Edhy Prabowo di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, 25 Juli 2019.

“Nah, sekali lagi kalau memang diminta, secara prinsip demi Merah Putih, demi burung Garuda, ya beliau siap. Itu,” tambahnya.

Baca juga:   Saat Jabat Presiden, Megawati Mengaku Selamatkan Prabowo yang Terancam Tanpa Negara

Edhy Prabowo mengatakan, Prabowo Subianto juga menyampaikan ke Megawati bahwasanya pihaknya tidak ingin menjadi pengganggu keharmonisan di koalisi Jokowi. Mengingat banyak pihak yang disebut khawatir bergabungnya Partai Gerindra hanya untuk mengincar jabatan di pemerintah.

“Jangan sampai khawatir dengan adanya kita kemudian seolah-olah kita akan mengambil jabatan siapa dan sebagainya. Kita sudah 10 tahun istilahnya di luar pemerintahan. Dan buat kita, membangun negeri itu tidak harus dengan jabatan. Kalau hanya sekadar cari jabatan kan bukan tipikalnya Pak Prabowo. Beliau, faktanya, ya, beliau sudah mengabdi tentara 30 tahun, berapa kali mau mati, masa tujuannya hanya sekecil ini,” kata Edhy Prabowo.

“Apalagi kan di internal kita juga nggak enak, kita juga kan banyak dikomplain, ya adalah yang komplain, masih banyak sekali yang mendukung. Tapi intinya seolah-olah kita mencari jabatan, saya kira nggak adalah,” sambungnya.

Lebih lanjut Edhy Prabowo pun menegaskan kesiapan sang ketum jika diminta Jokowi bersama-sama membangun bangsa adalah semata-mata demi Merah Putih. Rekonsiliasi yang dilakukan demi membangun negeri, bukan untuk mengincar posisi.

Baca juga:   Jokowi: Parpol di Koalisi Indonesia Kerja Sudah Cukup

“Ini kan gimana juga kita dari pihak koalisi di sebelah, tiba-tiba selesai, yang diumumkan dinyatakan menang adalah 01, rekonsiliasi harus kita lakukan dan rekonsiliasi kalau ditanya inisiatif siapa? Ya inisiatif kedua belah pihak. Tidak ada yang merasa paling-paling dan sebagainya. Dan kita menempatkan ya kami sejajar dan setara karena kita kan sama-sama membangun ini kan, membangun negeri,” jelasnya.

Meski demikian, menurut Edhy Prabowo, Prabowo Subianto mengembalikan keputusan itu kepada presiden. Prabowo Subianto hanya menyatakan siap jika memang Jokowi memintanya membantu di pemerintahan.

“Itu kan semua keputusannya di presiden,” pungkas Edhy Prabowo.

Sebagaimana diketahui, Prabowo Subianto dan Megawati menggelar pertemuan di kediaman Ketum PDIP di Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin. Pertemuan dilakukan dengan penuh kehangatan dan disebut-sebut membahas bangsa dan negara. (nuch/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar