Ryamizard-Ryacudu
Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu.

harianpijar.com, SURABAYA – Menhan Ryamizard Ryacudu menanggapi soal permintaan untuk menjadi penjamin dalam penangguhan penahanan Kivlan Zen. Dirinya menyebut permintaan itu merupakan hak dari Kivlan Zen.

“Begini, kita kan haknya hanya memohon kepada polisi ya,” ujar Ryamizard Ryacudu kepada awak media usai acara penyerahan KCR 60 KRI Kerambit di Dermaga Divisi Kapal Perang PT PAL Surabaya, Kamis, 25 Juli 2019.

Ryamizard Ryacudu menilai permintaan penangguhan itu cepat atau lambat akan dibahas pihak kepolisian. Dirinya memastikan Kivlan Zen akan segera keluar.

Baca juga:   Menhan: Yang Ingin Ganti Pancasila adalah Pengkhianat Bangsa

“Polisi akan membahas cepat atau lambat. Tapi yang jelas dia (Kivlan Zen-red) pasti akan dikeluarkan juga,” sebutnya.

Ryamizard Ryacudu meyakini Kivlan Zen akan segera dibebaskan. Menurutnya, pada prinsipnya permasalahan yang dihadapi Kivaln Zen tidak terlalu bermasalah.

“Iya, pada prinsipnya tidak terlalu bermasalah,” ungkapnya.

Terkait apakah dirinya siap diminta menjadi penjamin penangguhan penahanan Kivlan Zen, Ryamizard Ryacudu mengatakan menyerahkan permintaan itu kepada pihak kepolisian.

“Kita kan diminta ya kita minta saja kepada polisi. Terserah polisi,” kata Ryamizard Ryacudu.

Baca juga:   Polri: Dua Anggota Polisi Korban Penusukan Sebelumnya Sudah Diincar

Sebelumnya, kuasa hukum Kivlan Zen, Tonin Tachta mengatakan kliennya mengajukan surat ke Menhan Ryamizard Ryacudu untuk menjadi penjamin dalam penangguhan penahanannya. Pihaknya berharap Ryamizard Ryacudu mau menjadi penjamin Kivlan Zen.

“Itu harapan kami (menjamin penangguhan penahanan), karena Pak Luhut aja memberikan jaminan pada yang lain. Pak Ryamirzad ini mantan Pangkostrad, artinya Pak Kivlan ini Kastaf, artinya satu institusi,” ujar Tonin Tachta di PN Jaksel, Jakarta Selatan, Senin, 22 Juli 2019. (nuch/det)

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of