Fahri Hamzah Resmi Ajukan Sita Eksekusi terhadap Aset Elite PKS ke PN Jaksel

Fahri-Hamzah-2
Fahri Hamzah. (foto: dok. Kedaipena)

harianpijar.com, JAKARTA – Politikus Fahri Hamzah resmi mengajukan permohonan sita eksekusi terhadap aset-aset elite PKS Sohibul Iman cs. Kuasa hukum Fahri Hamzah, Mujahid Latief menyebut ada 8 daftar aset yang diajukan sita eksekusi berupa rumah hingga kendaraan milik para tergugat pimpinan PKS.

“Jadi yang kami ajukan permohonan sita eksekusi adalah berupa tanah dan bangunan yang dimiliki oleh termohon kasasi. Lima orang itu. Ada juga barang-barang bergerak, jadi ada barang tidak bergerak itu berupa kendaraan,” ujar Mujahid Latief, di PN Jaksel, Jakarta Selatan, Senin, 22 Juli 2019.

Meski demikian, Mujahid Latief tak ingin menjelaskan secara detail 8 aset yang diajukan untuk disita eksekusi. Menurutnya, beberapa diantaranya berupa tanah, bangunan, gedung, dan kendaraan.

Baca juga:   Politisi PKS: Rencana Pertemuan NasDem Dengan PAN Dinilai Penting Untuk Bangsa

Mujahid Latief mengaku khawatir akan ada upaya hukum yang dilakukan para tergugat bila dirinya memaparkan secara rinci soal aset yang diajukan.

Mujahid-Latief
Mujahid Latief. (foto: detik/Yulida)

Aset-aset yang diajukan sita itu milik para tergugat. Kelima tergugat itu adalah tergugat I Dewan Pengurus Pusat PKS Abdul Muiz Saadih; tergugat II Hidayat Nur Wahid, Surahman Hidayat, Abdi Sumaithi, dan Abdul Muiz Saadih; serta tergugat III Dewan Pengurus Pusat PKS Mohamad Sohibul Iman.

Surat permohonan sita eksekusi itu diterima oleh bagian administrasi TU PN Jaksel. Selanjutnya, juru sita eksekusi akan melakukan verifikasi terhadap 8 aset tersebut. Mujahid Latief berharap proses verifikasi bisa segera selesai.

Baca juga:   Kronologi Penangkapan Politikus PKS MNU di Terminal II Bandara Juanda

“Secara prosedur itu ketika kita ajukan surat, nanti mereka akan ajukan verifikasi. Verfikasi terhadap aset-aset yang kita ajukan untuk disita. Baru setelah itu terbukti milik termohon satu baru bisa di eksekusi,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, PN Jaksel mengabulkan gugatan Fahri Hamzah terkait pemecatannya dari PKS. Selain menyatakan pemecatan itu tidak sah, majelis hakim juga menghukum PKS membayar Rp 30 miliar kepada Fahri Hamzah.

Kemudian, gugatan Rp 30 miliar itu pun dikabulkan lantaran majelis menganggap apa yang dialami Fahri Hamzah usai dipecat sangat berat. Majelis menganggap Fahri Hamzah mengalami tekanan psikologis akibat pemecatan tersebut. (nuch/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar