Pengamat: Jika Prabowo yang Ditawari, Kursi Menteri Belum Tentu untuk Gerindra

Hendri-Satrio
Hendri Satrio.

harianpijar.com, JAKARTA – Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai kursi menteri terus menjadi tema dalam rekonsiliasi pasca pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

Bahkan, setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu Prabowo Subianto di gerbong MRT, muncul spekulasi bahwa Prabowo Subianto dan partainya akan mendapat jatah kursi menteri sebagai mahar untuk merapat ke barisan Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Jokowi-Ma’ruf Amin.

Menurut Hendri Satrio, ada informasi yang beredar menyebut bahwa pihak Jokowi sudah melayangkan tawaran kepada mantan Danjen Kopassus itu, yang membuat publik menjadi bertanya-tanya mengenai arah politik Partai Gerindra. Tidak sedikit yang menyayangkan lantaran oposisi akan lemah jika partai berlambang kepala Garuda itu berlabuh ke pemerintah.

Baca juga:   WSBK Mandalika, Pembalap Ducati: Terima Kasih Pak Jokowi untuk Sirkuit yang Keren!

Namun, Hendri Satrio memiliki pemikiran mengenai rumor tawaran kursi tersebut. Menurutnya, publik harus bisa membedakan apakah kursi itu untuk Prabowo Subianto atau Partai Gerindra.

“Bila Prabowo yang ditawari, maka yang dapat kursi belum tentu Gerindra,” tulis¬†Hendri Satrio dalam akun Twitter-nya baru-baru ini.

Baca juga:   Sekjen NasDem Dukung Saran JK ke Jokowi Soal Jatah Menteri Sesuai Kursi DPR

Hendri Satrio juga memaparkan bahwa Prabowo Subianto bisa saja memberikan jatah kursi menteri yang ditawarkan kepada orang terdekat yang bukan kader Partai Gerindra. Seperti kepada ekonom senior Rizal Ramli yang telah membantunya dalam pilpres lalu.

Dengan begitu, maka kader Partai Gerindra masih bisa tetap lantang terhadap kinerja pemerintah.

So Gerindra bisa tetap ‘oposisi’,” tandas Hendri Satrio yang juga pendiri lembaga survei Kedaikopi itu. (elz/rmo)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar