Andreas-Hugo-Pareira
Andreas Hugo Pareira. (foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir/aww/16)

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetap membutuhkan kubu oposisi dalam pemerintahannya. Menurut PDIP, Jokowi tetap membutuhkan mekanisme checks and balances untuk mengoreksi pemerintahannya.

“Ya saya kira apa yang disampaikan oleh Pak Jokowi itu sudah jelas bahwa dalam membangun suatu pemerintahan yang demokratis kita membutuhkan partai penyeimbang yang ada di luar pemerintahan,” ujar Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 16 Juli 2019.

Hal itu disampaikan Andreas Hugo Pareira merujuk pernyataan Jokowi dalam pidatonya di Sentul, Bogor, Minggu, 14 Juli 2019 lalu. Menurut Andreas Hugo Pareira, partai yang ada di luar pemerintahan juga suatu kehormatan. Dirinya pun lalu menyinggung kiprah PDIP yang pernah menjadi oposisi 10 tahun.

Baca juga:   Jokowi: Pemerintah Tak Perpanjang Izin FPI Jika Mengancam Ideologi Negara

“Di situ kelihatan bahwa selama 10 tahun PDIP menjadi partai di luar pemerintahan pun ya rakyat tetap menghormati PDI Perjuangan. Dan akhirnya terbukti bahwa rakyat kembali memilih PDI Perjuangan,” ungkapnya.

Karena itu, Andreas Hugo Pareira menyebut adanya partai di luar pemerintahan, sebagai penyeimbang dan merupakan suatu kebutuhan. Terlebih lagi, tidak semua warga memilih Jokowi. Untuk itu, perlu penampung bagi massa yang tidak memilih Jokowi sebagai koreksi kebijakannya.

Baca juga:   Presiden PKS Sebut Prabowo Sempat Ajak Merapat ke Jokowi, Begini Kata Dahnil Anzar

“Mereka membutuhkan bahwa ada kanalisasi suara untuk disampaikan kepada pemerintah. Nah, ketika ada perbedaan-perbedaan yang ada di masyarakat nah, di situlah fungsi penyeimbang untuk menyampaikan aspirasi dari mereka yang waktu itu tidak memilih Pak Jokowi,” terangnya.

Andreas Hugo Pareira juga mendorong empat partai politik, yaitu Partai Gerindra, PKS, Partai Demokrat, dan PAN, untuk tetap menjadi oposisi. Menurutnya, apa yang disampaikan Prabowo Subianto setelah bertemu Jokowi pada Sabtu, 13 Juli 2019, sudah menunjukkan posisinya untuk melakukan kritik-kritik konstruktif bagi pemerintah.

“Itu kan adalah sinyal keinginan Partai Gerindra untuk di luar pemerintahan,” kata Andreas Hugo Pareira. (elz/rep)

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of