sodik-mudjahid
Sodik Mudjahid.

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Gerindra menyebut telah mengambil sikap untuk tetap berada di luar pemerintahan atau menjadi oposisi bagi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin. Selain itu, sinyal tersebut sudah disepakati para pimpinan Partai Gerindra.

“Kalau soal tawaran konkret (bergabung ke Jokowi), yang berhak bicara itu pimpinan kami, tapi pimpinan kami juga sudah sekaligus mengatakan bahwa kami tetap oposisi,” kata Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mudjahid di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Senin, 15 Juli 2019.

Selanjutnya, Sodik Mudjahid meluruskan pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang mengatakan siap untuk membantu pemerintah dalam pertemuan dengan Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) akhir pekan lalu.

Baca juga:   Din Syamsudin: Presiden dan Wapres Terpilih Harus Jadi Pemimpin Rakyat Indonesia

Ditegaskan Sodik Mudjahid, maksud dari pernyataan Prabowo Subianto tersebut adalah siap bekerjasama di posisi apapun demi membangun Indonesia yang lebih baik.

“Jangan diartikan bahwa kerja sama dipersempit bahwa kami masuk kabinet. Oposisi yang baik adalah bagian dari kerja sama demi bangsa. Bukan bagi-bagi kursi kabinet,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sodik Mudjahid juga menjelaskan alasan pihaknya tetap oposisi karena tuntutan aspirasi dari kader Partai Gerindra di level bawah. Selain itu, Prabowo Subianto dalam waktu dekat akan bertemu dengan para pendukungnya guna meluruskan apa yang muncul dalam pertemuan dengan Jokowi.

“Saya katakan tadi, Bung Karno pernah diculik, karena rakyat tidak selalu bisa memahami visi pemimpin. Itu hal yang biasa. Maka akan kami komunikasikan dan Pak Prabowo mengatakan akan mengkomunikasikan dengan kelompok-kelompok itu,” terangnya.

Baca juga:   TKN Sebut Pertemuan Lanjutan Jokowi dan Prabowo Akan Bahas Soal Rekonsiliasi

Sodik Mudjahid mengatakan, tidak hanya itu antara Prabowo Subianto dan Jokowi sendiri masih terdapat perbedaan visi di bidang ekonomi. Karena, Prabowo Subianto masih menjunjung tinggi semangat kedaulatan ekonomi Indonesia.

“Kita ini kan betul-betul ingin menjaga kedaulatan ekonomi kita. Kita berkolaborasi dengan asing oke. Tapi jangan biarkan mereka menguasai kita. Itu kan hal visi-visi besar yang begitu. Tapi prinsipnya bahwa pertemuan Jokowi-Prabowo itu bukan berarti kami gabung ke koalisi,” tandas Sodik Mudjahid. (elz/cnn)

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of