Munarman FPI: Semua Kasus Habib Rizieq Sudah SP3, Kalau Masih Sebut Ada, Bahlul

Munarman
Munarman.

harianpijar.com, JAKARTA – Front Pembela Islam (FPI) memastikan semua kasus hukum yang menjerat pemimpinnya, Habib Rizieq Shihab, sudah di-SP3. Sehingga, menurut FPI, jika ada yang menyebut Rizieq Shihab masih berkasus, orang itu bodoh (bahlul).

“Semua kasus Habib Rizieq yang Habib Rizieq sebagai tersangka sudah SP3. Itu saya mau tegaskan, sudah SP3. Jadi kalau ada yang masih mau menyebut ya pulang saja kan nanti dia harus berhadapan dengan hukum, ini orang bahlul,” kata Sekretaris Umum FPI Munarman saat konferensi pers menanggapi perkembangan situasi dan kondisi nasional yang dinamis, di Hotel Alia, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 15 Juli 2019.

Munarman mengatakan pihak yang menyebut Rizieq Shihab masih memiliki kasus hukum tidak mengerti dan memperbarui informasi. Menurutnya, orang yang menganggap enteng kepulangan Rizieq Shihab sebagai provokator.

“Saya mau katakan, siapa pun ya bahlul ini orang. Karena dia tidak ngerti, nggak update informasi tuh berarti. SP3 Habib Rizieq silakan diviralkan secara langsung, masih ada perkara, ini bahlul. Sebahlul-bahlulnya orang ya ini,” ujar Munarman.

“Jadi jangan ada pihak lain, terutama ada provokator-provokator yang mengatakan pulang saja segala macam. Saya mau katakan, Habib Rizieq sudah tidak ada perkara, sudah tidak ada kasus, sudah SP3,” imbuhnya.

Baca juga:   Jaksa Agung: Kejati Jabar Baru Terima SPDP Kasus Pelecehan Pancasila Oleh Rizieq Shihab

Selain itu, Munarman juga menegaskan Persaudaraan Alumni (PA) 212 akan berjuang dengan ada atau tidak adanya ijtimak ulama. Sebab, kata dia, perjuangan PA 212 didasari oleh adanya ketidakadilan.

“Itu yang kita sebut dengan bentuk kezaliman, tentu saja kalau itu terjadi ya kita akan perjuangkan. Itu adalah saya katakan di awal tadi. Para ulama ini memperjuangkan keadilan dalam segala bentuknya,” tuturnya.

Munarman pun kembali mengatakan Rizieq Shihab ingin pulang ke Indonesia, namun terhalang untuk keluar dari Arab Saudi. Menurutnya, terhambatnya Rizieq Shihab untuk kembali ke Tanah Air karena ada permintaan dari pemerintah Indonesia ke Arab Saudi.

“Saya berkali-kali ke sana. Saya diperlihatkan beberapa dokumen dan diceritakan oleh Habib Rizieq pada saat interview dan wawancara dengan pihak otoritas Saudi bahwa clear nggak bisa dibohongi bahwa permintaan supaya Habib Rizieq tidak keluar itu dari sini. Clear itu ketika wawancara. Habib Rizieq diwawancara, ditanya ini ada kasus ini, ada kasus ini, dan itu tidak ada. Bohong semua. Habib Rizieq bisa bantah dengan bukti-bukti dengan tertulis. Tetapi, begitu Habib Rizieq mau keluar, tidak bisa, dilarang keluar. Kenapa, ya nggak tahu, pokoknya ada permintaan. Kemudian berulang dipertanyakan ya akhirnya dijawab permintaan dari sini,” kata Munarman.

Baca juga:   Mantan Pengacara: Karena Frustasi, Novel Sebut Soal Keterlibatan Jenderal Polri Dalam Kasus Penyerangan Dirinya

Di sisi lain, pemerintah sudah menjawab tudingan tersebut. Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menyatakan pernyataan pemerintah meminta Rizieq Shihab dicegah keluar dari Arab Saudi tersebut fitnah.

“Itu fitnah dan berita bohong yang menyesatkan publik Indonesia. Jangan ulangi kebiasaan menyebarkan berita hoax seperti masa kampanye kemarin kalau ada pihak mereka yang memegang fakta dan data terkait dengan pencekalan Rizieq Shihab kembali ke Tanah Air sebaiknya mereka buka saja ke publik,” ujar Ali Mochtar Ngabalin saat dimintai konfirmasi, Sabtu, 13 Juli 2019.

Ali Mochtar Ngabalin menegaskan pemerintah tidak ikut campur mengenai domisili Rizieq Shihab saat ini. Dirinya pun mengaku keberatan atas tuduhan tersebut.

“Rizieq mau balik atau mau menetap di Saudi Arabia bagi pemerintah, kami, nggak ada urusan. Silakan saja. Tapi saya untuk dan atas nama pemerintah keberatan kalau semua tuduhan sampah itu dialamatkan kepada Presiden Joko Widodo dan pemerintahan beliau,” tegas Ali Mochtar Ngabalin. (nuch/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar