Mahfud MD: Indonesia Tak Perlu Jadi Negara Islam, karena Akan Jadi Negara yang Islami

Mahfud-MD
Mahfud MD. (foto: detik/Grandyos Zafna)

harianpijar.com, JAKARTA – Umat Islam tidak perlu ngotot untuk menjadikan Indonesia sebagai negara Islam. Sebab, secara perlahan Indonesia akan bergerak menjadi negara Islami.

Hal itu disampaikan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD saat pembukaan pameran Masa Depan Islam di Indonesia yang diselenggarakan Lembaga Kebudayaan Embun Kalimasada, Universitas Islam Indonesia, pada Senin, 15 Juli 2019.

“Berbeda antara negara Islam dengan negara Islami. Islami artinya lebih menunjuk pada sifat. Karena ada negara Islam yang tidak Islami dan ada negara bukan negara Islam tetapi Islami,” ujar Mahfud MD.

Mahfud MD mengatakan keyakinannya itu dilandasi perkembangan Islam di Indonesia sejak dari zaman sebelum kemerdekaan hingga sekarang dan prediksi ke depan. Menurutnya, negara yang Islami ini bercirikan antara lain masyarakat dan pemerintahnya yang jujur, taat hukum dan sebagainya.

Ajaran Islam, dikatakan Mahfud MD, ke depan akan menjadi bagian dari lifestyle masyarakat Indonesia. Meski kebanyakan dari mereka tidak menyatakan diri sebagai Islam tetapi nilai-nilai Islam itu akan melandasi berbagai aktivitas.

Baca juga:   Soal PSBB Total DKI, Mahfud MD: Ini Tata Kata Bukan Tata Negara

Karena itu, menurut Mahfud MD, menyambut masa depan Islam di Indonesia adalah hal yang posisif dan berkeyakinan bahwa ke depan Islam akan menjadi pedoman yang banyak dipegang oleh masyarakat Indonesia.

Lebih lanjut, Mahfud MD mengungkapkan, dalam perkembangannya saat ini sudah banyak tokoh Islam yang memegang posisi tinggi di negeri ini. Padahal, pada awal kemerdekaan umat Islam hanya menjadi warga kelas dua. Bahkan, hingga tahun 1970-an masih ada anggapan semacam ini.

Tdak ada santri yang dapat menduduki jabatan secara luas. Santri sebagai bagian dari umat Islam selalu menjadi lulusan madrasah, kalaupun kemudian mengikuti pendidikan tinggi, arahnya di IAIN.

“Jabatannya pun kalau tidak modin ya naib, guru agama atau dosen IAIN atau pejabat di lingkungan Departemen Agama,” kata Mahfud MD.

Baca juga:   Soroti Menag Kurang Cepat Respons Penusukan Syekh Ali Jaber, HNW: Keduluan Menko Polhukam

Mahfud MD melanjutkan, semasa kuliah termasuk di Universitas Islam Indonesia pun, para dosen wanita tidak ada yang mengenakan jilbab. Namun, sekarang ini baik dosen maupun mahasiswinya banyak yang mengenakan jilbab dan menjadi bagian dari gaya hidupnya. Bahkan, dulu TNI maupun Polri dianggap sebagai institusi yang menyeramkan. Tetapi, saat ini banyak kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh kedua institusi tersebut.

“Polda DIY saja, termasuk yang sering mengadakan mujahadah. Dan di kediaman Kapolri Jenderal Tito Karnavian, setiap hari Rabu digunakan untuk pengajian ibu-ibu,” ungkapnya.

Karena itu, Mahfud MD optimistis Islam akan menjadi gaya hidup di Indonesia. “Indonesia tidak perlu menjadi negara Islam, karena akan menjadi negara yang Islami,” tegas Mahfud MD. (elz/med)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar