Prabowo-Jokowi Bertemu, Gerindra Tak Khawatirkan Dukungan PA 212

Ahmad-Riza-Patria
Ahmad Riza Patria. (foto: dok. Viva)

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Gerindra mengaku tidak khawatir terkait kemungkinan kehilangan dukungan dari sejumlah kelompok Islam yang dulu mendukung di Pilpres 2019, usai bertemunya Prabowo Subianto dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sebelumnya, Jubir Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin mengatakan pihaknya akan menggelar Ijtimak Ulama jilid IV untuk menentukan sikap politik, apakah menjadi oposisi atau tidak. Diketahui, PA 212 adalah salah satu di antara sejumlah kelompok Islam yang mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan Partai Gerindra.

Terkait hal itu, Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menilai Ijtimak Ulama IV dilakukan bukan lagi dalam rangka mendukung capres, melainkan untuk kebaikan kepentingan rakyat.

“Tentu kalau ada ijtimak lagi, ijtimak itu kan bukan dalam rangka ke depan bukan dukung-mendukung pilpres, tentu ijtimak ke depan itu lain lagi, bisa saja ijtimak disepakati menyikapi perkembangan-perkembangan belakangan ini,” kata Ahmad Riza Patria kepada CNN Indonesia, Sabtu, 13 Juli 2019.

“Mungkin juga akan memberi masukan kepada pemerintah; mengoreksi,” imbuhnya.

Ahmad Riza Patria menjelaskan, Partai Gerindra tidak bisa mengintervensi dan memaksa ulama dalam menentukan sikap. Dirinya menyebut Partai Gerindra akan menghormati dan menghargai apa pun keputusan para ulama dari Ijtimak Ulama IV.

Baca juga:   Sesalkan Aksi 1812, Wagub Riza: Kerumunan Sebabkan Penyebaran Virus

“Ulama punya sikap, pendapat, pendirian sendiri,” tuturnya.

Ahmad Riza Patria merasa yakin keputusan yang dihasilkan oleh para ulama nantinya akan mengakomodir kepentingan rakyat. Karena itu, partainya tidak takut akan kemungkinan kehilangan dukungan.

“Pasti sikap yang baik, bijak untuk kepentingan banyak orang, negara, rakyat dan umat, kita akan hormati dan hargai,” ujar Ahmad Riza Patria.

Di sisi lain, pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno memprediksi dukungan kelompok Islam kepada Prabowo-Sandi tidak akan hilang meski ada rekonsiliasi.

“Saya kira sejauh ini tidak, kelompok Islam masih mendukung (Prabowo). Kalau saya membaca mereka tetap mendukung Prabowo,” kata Adi Prayitno kepada CNN Indonesia.

Menurut Adi Prayitno, kelompok Islam masih memerlukan kendaraan politik guna menyampaikan ide atau gagasan politiknya. Karena itu, mereka perlahan-lahan akan menerima rekonsiliasi tersebut.

“Kelompok Islam butuh sandaran untuk penetrasi politiknya. Penetrasi dalam bentuk menyampaikan ide, gagasan politiknya,” ungkapnya.

Baca juga:   Disangkal BPN, Ditjen Imigrasi Benarkan Prabowo ke Brunei Darussalam

Di tempat terpisah, Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak menilai tidak ada yang spesial dari pertemuan antara Jokowi dan Prabowo Subianto. Menurutnya, pertemuan itu biasa-biasa saja.

“Pertemuan yang biasa-biasa saja, layaknya sering terjadi di dunia perpolitikan. Terkesan 01 tampak cerah bahagia,” ujar Yusuf Muhammad Martak.

Selain itu, Yusuf Muhammad Martak juga tidak mengungkapkan apakah dirinya setuju atau tidak dengan sikap Prabowo Subianto yang mau bertemu dengan Jokowi. Dirinya menyebut hal itu sepenuhnya hak Prabowo Subianto.

“Itu adalah hak dia (Prabowo-red),” sebutnya.

Yusuf Muhammad Martak mengaku sudah sejak lama memprediksi Jokowi dan Prabowo Subianto akan bertemu usai Pilpres 2019. Dirinya menyatakan demikian setelah melihat gelagat orang-orang di tingkat elite.

Namun, Yusuf Muhammad Martak mengaku tidak pernah ikut campur terkait pertemuan Jokowi dan Prabowo Subianto sejak masih berupa rencana. Dirinya mengklaim tetap menjaga jarak meski memiliki kedekatan dengan Prabowo Subianto selama Pilpres 2019.

“Kami tidak pernah membatasi atau ikut campur terlalu dalam, bebas setiap kelompok dan kawan mengambil jalannya masing,” tandas Yusuf Muhammad Martak. (elz/cnn)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar