Sugito-Atmo-Prawiro
Sugito Atmo Prawiro. (foto: dok. detik)

harianpijar.com, JAKARTA – Front Pembela Islam (FPI) berencana menarik iuran dari para anggota dan simpatisan. Iuran itu dikumpulkan guna membayarkan denda overstay Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab.

“Kami bayar sendiri dari anggota dan simpatisan,” ujar Ketua Bantuan Hukum FPI Sugito Atmo Prawiro kepada CNN Indonesia, Jumat, 12 Juli 2019.

Sugito Atmo Prawiro mengatakan langkah itu akan diambil pihaknya, jika pemerintah tidak mau membayar denda yang harus ditanggung Rizieq Shihab. Karena, dirinya yakin kasus overstay diakibatkan oleh institusi di Indonesia yang menghalang-halangi Rizieq Shihab keluar Arab Saudi.

“Seharusnya kan yang membayar pemerintah. Kalau tidak bersedia, ya kita bayar sendiri,” sebutnya.

Lebih lanjut, Sugito Atmo Prawiro menjelaskan bahwa pada 10, 11 dan 12 Juli 2018, Rizieq Shihab berusaha keluar dari Arab Saudi untuk memperpanjang masa izin tinggal. Namun, pihak imigrasi Arab Saudi mencekal sehingga Rizieq Shihab tidak dapat keluar.

Baca juga:   Berlandaskan Ukhuwah Islam, Said Aqil: Kita Wajib Hormati Rizieq Shihab

Menurut Sugito Atmo Prawiro, ada institusi dari Indonesia yang meminta pihak imigrasi Arab Saudi mencekal Rizieq Shihab. Namun, dirinya mengaku tidak bisa menyebut nama institusi tersebut karena tidak dijelaskan oleh pihak imigrasi setempat.

“Pada waktu itu imigrasi tidak menjelaskan. Tadinya kami minta foto copy-nya, tapi tidak diberikan,” ungkapnya.

Sehingga, Rizieq Shihab tidak bisa keluar dari Arab Saudi untuk memperpanjang masa izin tinggal. Hal itu berakibat masa izin tinggal Rizieq Shihab kadaluarsa sejak 20 Juli 2018.

Sugito Atmo Prawiro mengatakan Rizieq Shihab juga tidak akan langsung pulang ke Tanah Air jika denda overstay sudah dibayar. Menurutnya, masalahnya bukan soal denda, tapi terkait pencekalan.

Baca juga:   Golkar: Rekonsiliasi dengan Jaminan Rizieq Shihab Pulang Tidak Relevan

Dirinya menyebut Rizieq Shihab masih dicekal sehingga tidak bisa pergi ke luar Arab Saudi. Pencekalan itu juga masih atas permintaan institusi resmi di Indonesia.

“Sampai sekarang masih dicekal,” pungkas Sugito Atmo Prawiro.

Sebelumnya, Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengatakan Rizieq Shihab memiliki denda yang harus dibayar kepada pemerintah setempat. Denda itu terkait masa izin tinggal Rizieq Shihab yang sudah habis sejak 20 Juli 2018 lalu.

Menurut Agus Maftuh Abegebriel, Rizieq Shihab harus membayar denda overstay terlebih dahulu jika ingin meninggalkan Arab Saudi. Jumlahnya satu orang Rp110 juta. Selain itu, denda tersebut harus dibayar oleh Rizieq Shihab dengan catatan tak memiliki masalah hukum. (elz/cnn)

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of