Dedi-Prasetyo
Brigjen Dedi Prasetyo.

harianpijar.com, JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengatakan kepulangan Habib Rizieq Shihab dari Arab Saudi ke Indonesia menjadi urusan Kemenlu. Namun, imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu disebut tidak perlu risau dengan proses hukum jika merasa tidak bersalah.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyebut kepulangan Rizieq Shihab merupakan urusan Imigrasi dan Kemenlu.

“Terkait kepulangan itu betul-betul paling tahu detailnya itu ya imigrasi sama Kemenlu,” kata Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 12 Juli 2019.

Baca juga:   Kuasa Hukum Nilai Ada Kejanggalan dalam Laporan Kasus Makar Ketum FPI

Sedangkan kepolisian, dikatakan Dedi Prasetyo, hanya memastikan keamanan setiap warga negara Indonesia. Sehingga, menurutnya, Rizieq Shihab tidak perlu khawatir jika hendak kembali ke Indonesia.

Mengenai perkara yang menjerat Rizieq Shihab, Dedi Prasetyo menyebut tidak perlu dikhawatirkan. Menurutnya, polisi akan tetap mengedepankan persamaan semua warga negara di depan hukum.

Tak hanya itu, tambah Dedi Prasetyo, seluruh proses hukum saat ini juga telah berjalan transparan.

“Misalnya, dia enggak bersalah, kan tidak akan (khawatir). Kalau bersalah baru (dilakukan) penangkapan, misalnya. Ya dia kan punya hak membela,” ujar Dedi Prasetyo.

Baca juga:   Rizieq Shihab Batal Pulang, Said Aqil Siroj: Kalau Gentle Hadapi Dong Apapun Konsekuensinya

“Dia bisa praperadilan, semua serba transparan artinya hak konstitusional hak warga negara pasti dilindungi,” tambahnya.

Dedi Prasetyo juga membantah bila kepolisian dianggap melakukan kriminalisasi terhadap Rizieq Shihab. Dirinya menjelaskan kriminalisasi adalah pemidaan seseorang ketika tidak ada aturan hukum yang mengatur.

“Kalau ini kan ada aturan undang-undang yang dilanggarnya maka harus tanggungjawab sebagai pertanggungjawaban seseorang,” tandas Dedi Prasetyo. (elz/cnn)

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of