Rizieq-Shihab
Rizieq Shihab. (foto: AFP/POOL/RAISAN AL FARISI)

harianpijar.com, JAKARTA – Persoalan overstay menjadi salah satu penghalang bagi imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab untuk kembali ke Tanah Air. Terkait hal itu, kuasa hukum Rizieq Shihab, Sugito Atmo Prawiro menyebut pemerintah seharusnya membayar denda overstay kliennya. Jika pemerintah tidak membayar, pihaknya siap menggalang dana.

Overstay itu kan bukan kesalahan Habib Rizieq karena habisnya visa Habib itu kan 20 Juli 2018. Sebelum tanggal 20 Juli 2018, Habib Rizieq sudah mencoba untuk keluar dari Saudi supaya visanya masih bisa berlaku,” ujar Sugito Atmo Prawiro, Jumat, 12 Juli 2019.

Menurut Sugito Atmo Prawiro, Rizieq Shihab sudah beberapa kali berupaya untuk keluar dari Arab Saudi sebelum masa visanya berakhir. Namun, kata dia, institusi resmi di Indonesia meminta Imigrasi Arab Saudi mencekal Rizieq Shihab hingga kini overstay.

Karena itu, Sugito Atmo Prawiro menyebut pemerintahlah yang seharusnya bertanggung jawab membayar denda overstay Rizieq Shihab.

Baca juga:   Bantuan Hukum FPI: Tolonglah, Polisi Jangan Tahan Rizieq Shihab Saat Pulang

“Pada waktu itu tanggal 10, 12, 16 mencoba untuk keluar negeri tapi dicekal. Dicekal atas permintaan institusi resmi di Indonesia ke keimigrasian Arab Saudi. Setelah tanggal 20 Juli, dia overstay. Jadi overstay-nya bukan kesalahan Habib Rizieq tapi atas permintaan institusi resmi di Indonesia. Karena overstay, seharusnya, karena bukan kesalahan Habib Rizieq, yang membayar itu pemerintah,” ungkapnya.

Lebih lanjut Sugito Atmo Prawiro pun mengatakan, jika pemerintah tak mau membayar denda tersebut, pihaknya siap mengkonsolidasikan umat mengumpulkan iuran untuk membantu pembayaran denda overstay Rizieq Shihab.

“Kalau memang pemerintah tidak bersedia membayar, kami akan konsolidasi umat untuk iuran membantu membayar overstay tersebut,” kata Sugito Atmo Prawiro.

Baca juga:   Kuasa Hukum: Kalau Habib Rizieq Overstay Silakan Dideportasi, Nanti Dendanya Kita Bayar

“Jangan Habib Rizieq membayar overstay karena kesalahan (pemerintah), overstay itu bukan kesalahan Habib Rizieq. Tapi kalau misalnya pemerintah yang meminta resmi ke keimigrasian Saudi untuk cekal yang menyebabkan Habib overstay tidak bersedia membayar, maka kami akan minta tolong umat untuk mengumpulkan dana membayar mengenai overstay tersebut,” imbuhnya.

Sugito Atmo Prawiro mengaku bakal mencoba konsolidasi umat untuk menyelesaikan denda tersebut. Namun, dirinya kembali menegaskan pemerintahlah yang seharusnya membayar denda sekitar Rp 110 juta itu.

“Saya akan cobalah untuk konsolidasi umatlah supaya bisa menyelesaikan pembayaran itu. Karena kan kalau Rp 110 juta terus berbagai macam komponen keanggotaan di FPI insyaallah saling bisa membantu untuk menyelesaikan itu,” pungkas Sugito Atmo Prawiro. (nuch/det)

Loading...

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of