Jusuf-Kalla
Jusuf Kalla (JK). (foto: detik/Noval Dhwinuari)

harianpijar.com, JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengatakan saat ini sudah tidak muncul lagi perdebatan ideologi yang muncul di dalam Pemilu 2019 dan sekarang semua pihak sibuk berbicara mengenai kekuasaan. Karena itu, situasi politik saat ini berangsur membaik usai Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 selesai.

“Sekarang ini setelah habis pemilu dan juga MK, cenderung situasi lebih baik, akhirnya semua lagi berbicara politik yang real, yaitu kekuasaan, karena ujung daripada perpolitikan adalah siapa yang mempunyai kekuasaan,” kata Jusuf Kalla (JK) saat memberikan pengarahan kepada peserta Program Pendidikan Singkat Atasan (PPSA) XXII di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis, 11 Juli 2019.

Menurut Jusuf Kalla (JK), tak heran jika partai politik saat ini kini lebih disibukkan berbicara mengenai kursi dan jatah menteri. Selain itu, dirinya juga menilai wajar karena semua partai berjuang untuk menang.

Baca juga:   BPN: Mudah-mudahan Ada Saksi yang Beri Keterangan 'Wow' pada Sidang Sengketa Pilpres di MK

“Jadi sekarang ini semua berbicara tentang mandat kekuasan, semua partai satu, saya dapat kursi berapa, saya dapat menteri berapa, tidak lagi bicara ideologi kita apa, jadi kembali kesitu sekarang ini,” ujar Jusuf Kalla (JK).

Lebih lanjut, Jusuf Kalla (JK) menegaskan, partai politik yang berada di luar Pemerintahan, juga angkat bicara mengenai posisi untuk lima tahun yang mendatang.

“Pihak yang satu berbicara tentang saya mau posisi yang melawan anda, BPN, jadi ingin,” tegasnya.

Karena itu, Jusuf Kalla (JK) menyebut kondisi tersebut wajar karena bagian dari keseimbangan perpolitikan Indonesia.

“Ini (agar) terjadi balancing, idenya terjadinya balancing. itulah sistem perpolitikan kita, kita ingin negara yang menengah secara politik,” ucap Jusuf Kalla (JK).

Selain itu, dijelaskan Jusuf Kalla (JK), proses tersebut juga tidak hanya di Indoenesia,tetapi juga terjadi di negara lain.

Baca juga:   Jusuf Kalla: Pemerintahan SBY Zalim Terhadap Pengusaha Kecil

“Kalau di Amerika hanya dua parpol tapi kita yang di DPR kira-kira delapan atau sembilan, tapi ada negara yang banyak parpolnya, contohnya Sri Lanka, parpolnya ada 20, menterinya ada 100, karena semua bagi-bagi kursi sampai 100, kita menteri terbatas hanya boleh 34, tidak boleh lebih di UU,” jelasnya.

Sementara, Jusuf Kalla (JK) juga menyinggung, bahwa saat ini sudah tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara satu partai dengan partai lainnya. Meski banyak perbedaan politik, hal itu tidak akan mempengaruhi kondusifitas di Tanah Air.

“Suatu politik yang balancing tetapi damai, kebiasaan kita seperti itu selama 5 tahun terakhir, tidak ada konflik macam-macam,” tandas Jusuf Kalla (JK) yang juga politikus senior Partai Golkar itu. (elz/rep)

Loading...

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of