Novel-Bamukmin
Novel Bamukmin. (foto: Antara)

harianpijar.com, JAKARTA – Persaudaraan Alumni (PA) 212 menanggapi keras pernyataan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko soal pemulangan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dari Arab Saudi ke Indonesia.

Jubir PA 212 Novel Bamukmin menilai pernyataan Moeldoko tersebut memperlihatkan bahwa pemerintah bersikap sinis. Menurutnya, hal itu bisa memicu permusuhan.

“Jelas sikap pemerintah sinis,” kata Novel Bamukmin saat dihubungi, Kamis, 11 Juli 2019, seperti dilansir dari JPNN.

Menurut Novel Bamukmin, merupakan hal wajar jika pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memasukkan pemulangan Rizieq Shihab sebagai syarat rekonsiliasi dengan pihak Joko Widodo (Jokowi). Namun, dirinya menganggap pernyataan Moeldoko soal Rizieq Shihab justru bernada provokasi terhadap ulama.

Baca juga:   Kasus Ninoy Karundeng, Argo: Polisi Tetapkan Sekjen PA 212 sebagai Tersangka

“Rekonsiliasi yang mereka (kubu Jokowi-red) gadang-gadang, lalu kubu 02 (Prabowo-Sandi) memberikan syarat (memulangkan Habib Rizieq). Syarat apa pun harus dihormati, bukan justru malah membuat provokasi dengan melecehkan ulama,” sebutnya.

Moeldoko, dikatakan Novel Bamukmin, tidak seharusnya membuat pernyataan yang menyebut Rizieq Shihab pergi ke luar negeri bukan karena diusir melainkan karena kemauan sendiri.

Baca juga:   Tak Berpikir Jadi Organisasi Politik, Yusuf Martak: Ijtimak Kembali ke Khittah

“Apa yang disampaikan Moeldoko ini jelas sangat membangun permusuhan di saat situasi politik masih memanas, malah menjadi bertambah panas,” ujar Novel Bamukmin.

Novel Bamukmin pun lalu mengungkit awal persoalan yang menyeret nama Rizieq Shihab. Menurutnya, kasus yang menjerat Rizieq Shihab tak bisa dilepaskan dari persoalan Ahok saat terjerat perkara penodaan Agama.

Novel Bamukmin menambahkan, belakangan justru para ulama dikriminalisasi. “Dan itu (kriminalisasi) berlangsung sampai sekarang,” tukasnya. (nuch/jpn)

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of