Jokowi-AHY
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (foto: instagram/jokowi)

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengomentari pernyataan politikus Partai Demokrat Roy Suryo soal kesiapan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi menteri asal diminta langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

PDIP tak mempermasalahkan pernyataan Roy Suryo tersebut. Pasalnya, pembentukan kabinet memang merupakan hak prerogatif presiden.

“Ya tidak perlu ditanggapi karena sudah jelas. Pembentukan kabinet memang merupakan hak prerogatif presiden. Kalau yang meminta bukan presiden, apa bisa dipercaya?” ujar Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno kepada awak media, Kamis, 11 Juli 2019.

Baca juga:   Moeldoko: Ada Kelompok yang Tak Bisa Terima Rekonsiliasi, Masih Maksakan Diri Turun ke Jalan

Hal serupa juga disampaikan Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari. Namun, dirinya meyakini Jokowi akan terlebih dulu berkonsultasi dengan parpol koalisi sebelum mengambil keputusan.

“Bener sih, karena yang punya prerogatif adalah presiden. Tapi tentu presiden akan rapat dulu dengan parpol-parpol koalisi sebelum menawarkan posisi ke siapapun. Masukan-masukan tentu bagus, karena toh kelak harus bekerja secara tim dengan menteri-menteri dari parpol lain,” kata Eva Kusuma Sundari.

Baca juga:   Agung: Golkar Siap Duduki Tiga Kementerian di Kabinet Jokowi Jilid II

Sebelumnya, Roy Suryo mengatakan bahwa AHY siap menjadi menteri Presiden Jokowi untuk periode 2019-2024. Asalkan, Jokowi sendiri yang meminta.

“Sekarang tergantung kalau memang beliau (AHY) diminta bergabung (di jajaran kabinet 2019-2024), menurut saya dia (AHY) juga sangat siap,” ujar Roy Suryo, hari ini.

“Tapi sekali lagi ini tergantung pada Pak Jokowi juga. Karena sebagai presiden terpilih yang nanti akan dilantik 20 Oktober, tentu (Jokowi) sudah memiliki komposisi yang sama,” tambahnya. (nuch/det)

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of