Sufmi-Dasco-Ahmad
Sufmi Dasco Ahmad. (foto: detik/Lamhot Aritonang)

harianpijar.com, JAKARTA – Mantan Direktur Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan perbaikan permohonan kembali kasasi yang diajukan oleh kuasa hukum Prabowo-Sandi ke Mahkamah Agung (MA) sudah kedaluwarsa. Selain itu, permohonan tersebut tidak akan membuahkan hasil apa pun.

“Sudah lewat masa waktu,” kata Sufmi Dasco Ahmad saat dikonfirmasi, Rabu, 10 Juli 2019.

Sementara, anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade juga menyampaikan hal yang serupa. Menurutnya, setelah ditelusuri pengajuan kasasi oleh kuasa hukum Prabowo-Sandi ke MA yang tidak dikoordinasikan tersebut ternyata sudah kedaluwarsa.

“Jadi, meskipun dilaporkan ulang kembali rencananya kan BPN mau ambil sikap, ternyata setelah ditelusuri BPN laporan pun yang baru itu sudah kedaluwarsa. Jadi, intinya kasusnya sudah kedaluwarsa,” kata Andre Rosiade.

Baca juga:   PKS Nilai Usul Demokrat agar Koalisi Dibubarkan Kurang Bijak

Selain itu, Andre Rosiade juga membantah bahwa upaya tersebut merupakan bentuk upaya hukum lain setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menolak secara keseluruhan dalil tim hukum Prabowo-Sandi pada persidangan di MK akhir Juni lalu. Menurutnya, Prabowo Subianto telah menghormati seluruh puusan MK.

“Jadi, saya rasa bukan tidak move on, jadi clear sudah beliau menghormati putusan MK,” ujar Andre Rosiade yang juga mantan Jubir BPN Prabowo-Sandi itu.

Namun, Andre Rosiade mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan masa waktu permohonan tersebut seharusnya berakhir.

Baca juga:   Permohonan BPN Prabowo-Sandiaga Uno ke Mahkamah Agung Ditolak

Sementara sebelumnya, kuasa hukum Prabowo-Sandi, Nicholay Aprilindo membenarkan gugatan kubu BPN Prabowo-Sandi terkait sengketa pelanggaran administratif pemilihan umum terhadap Pelanggaran Administrasi Pemilu TSM pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019 atas Putusan Bawasu RI No. 01/LP/PP/ADM.TSM/RI/00.00/V/2019 tanggal 15 Mei 2019 tidak diterima atau NO oleh MA.

Dirinya juga memang sempat mengatakan bahwa kuasa hukum akan mengajukan kembali jika syarat formil yang diminta sudah dilengkapi.

“Syarat-syarat formal itu akan kami lengkapi dan akan kami masukan lagi,” kata Nicholay Aprilindo, Kamis, 27 Juni 2019 lalu. (elz/rep)

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar