Bahar bin Smith, Menghina Presiden Jokowi hingga Vonis Tiga Tahun Penjara

bahar-bin-smith
Habib Bahar bin Smith dalam persidangan di Pengadilan Negeri Bandung.

harianpijar.com, JAKARTA – Pimpinan Majelis Pembela Rasulullah, Bahar bin Smith akhirnya dijatuhi vonis oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung tiga tahun penjara atas kasus penganiayaan.

Tetapi, sebetulnya kasus ini berawal dari aduan ujaran kebencian yang disampaikan Bahar bin Smith karena mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai banci.

Sementara, ceramah Bahar bin Smith yang dinilai telah menghina Presiden Jokowi itu dilakukan saat memberikan ceramah pada acara penutupan Maulid Arba’in di Gedung Ba’alawi, Palembang, Sumatera Selatan, 8 Januari 2017. Ujaran kebencian terhadap Jokowi juga disampaikan Bahar bin Smith saat mengisi kajian di Batu Ceper Tangerang, Banten, pada 17 November 2018.

Kedua ceramah Bahar bin Smith itu pun menjadi ramai usai diunggah di YouTube pada 27 November 2018. Tak berselang lama, bukti video yang tersebar di dunia maya itu dijadikan bukti oleh sejumlah orang yang mengatasnamakan diri ‘Jokowi Mania’ untuk melaporkan Bahar bin Smith ke Polda Metro Jaya atas kasus penghinaan terhadap simbol negara.

Laporan itu sendiri sempat ditolak oleh Polda Metro Jaya lantaran bukan menjadi yurisdiksi kepolisian Ibu Kota. Karena ditolak, ‘Jokowi Mania’ kemudian membuat laporan ke Bareskrim Polri pada 29 November 2018.

Baca juga:   NasDem: Diminta Parpol yang Dulu Tak Setuju Jokowi Seharusnya Tetap di Luar Pemerintahan

Mendapat laporan tersebut polisi bereaksi cepat dan langsung memeriksa saksi pelapor, Bahar bin Smith langsung dipanggil untuk diminta keterangannya pada 3 Desember 2018. Bahkan, dengan waktu yang bersamaan Bahar bin Smith juga siudah dicegah ke luar negeri. Selain itu, Polisi juga langsung menggeledah rumah Bahar bin Smith di Sumatera Selatan.

Sementara, dalam kasus dugaan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bahar bin Smith menolak meminta maaf terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta sekaligus poilitikus PDIP itu. Bahkan, dirinya mengatakan lebih memilih membusuk di penjara dan membela Islam serta rakyat ketimbang meminta maaf.

Selanjutnya, Bahar bin Smith memenuhi panggilan polisi dan ditetapkan sebagai tersangka dengan jeratan pasal Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Terancam dipidana penjara maksimal 5 tahun. Sementara, Bahar bin Smith, yang juga merupakan pendiri Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin itu tidak ditahan oleh polisi.

Polisi kemudian memproses laporan baru mengenai kasus penganiayaan yang dilakukan Bahar bin Smith lewat Polda Jawa Barat (Jabar). Bahar bin Smith dilaporkan ke Pores Bogor pada 5 Desember 2018 atas kasus bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap orang dan atau penganiayaan dan atau melakukan kekerasan terhadap anak.

Baca juga:   Pertimbangkan Terbitkan Perppu UU KPK, Saut Sebut Jokowi Presiden Paling Keren

Korban kemudian diketahui berinisial MHU (17) dan Ja (18) beralamat di Bogor. Penganiayaan itu terjadi di sebuah pesantren di Kampung Kemang, Bogorpada Sabtu, 1 Desember sekitar pukul 11.00 WIB. Pada 18 Desember 2018, Bahar bin Smith dipanggil polisi dan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penganiyaan. Bahkan, pada esok harinya, Bahar bin Smith langsung ditahan di Rutan Mapolda Jabar.

Pada 16 Januari 2019, Polda Jabar memperpanjang masa penahanan Bahar bin Smith selama 40 hari dan melimpahkan kasusnya ke Pengadilan Negeri Bandung. Sidang berjalan, Bahar bin Smith akhirnya mengaku menyesal telah melakukan penganiayaan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Bahar bin Smith pidana enam tahun penjara.

Tetapi, hakim PN Bandung menjatuhi vonis Bahar bin Smith dengan hukuman tiga tahun penjara dengan denda Rp50 juta subsider satu bulan penjara pada 9 Juli 2019. Menurut hakim, vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan karena Bahar bin Smith berlaku sopan dan kooperatif. Bahkan, dirinya mengakui perbuatannya dan siap bertanggung jawab atas perbuatannya. (elz/cnn)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar