Tanggapi Bambang Soesatyo yang Curiga Ada Upaya Aklamasi, Ini Kata Airlangga

Airlangga-Hartarto
Airlangga Hartarto. (foto: instagram/airlanggahartarto)

harianpijar.com, JAKARTA – Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan tidak pernah ada pemilihan ketum dalam rapat pleno di musyawarah nasional (Munas). Pemilihan ketum Partai Golkar, kata dia, tetap dilakukan dalam forum Munas.

Hal itu diungkapkan Airlangga Hartarto guna menanggapi pernyataan politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo yang curiga ada indikasi aklamasi dalam pemilihan ketum melalui rapat pleno. Di mana, Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo disebut-sebut akan bersaing memperebutkan kursi Partai Golkar I.

“Kalau mekanisme, kan, tidak pernah ada pemilihan melalui pleno, ya. Jadi antara pleno dan pemilihan itu dua hal berbeda,” ujar Airlangga Hartarto di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin, 8 Juli 2019.

Baca juga:   Politikus Muda Golkar Menilai Pengurus DPP Tak Solid Bela Setya Novanto

Airlangga Hartarto menjelaskan rapat pleno merupakan forum untuk membahas internal dan kegiatan organisasi. “Kalau pleno membahas internal. Kegiatan organisasi. (Pemilihan) ketum forum lewat Munas,” sebutnya.

Kemudian, dikatakan Airlangga Hartarto, apabila banyak kader yang menyatakan akan ada kemungkinan pemilihan ketum aklamasi, itu tak melanggar Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

“Itu kan sesuai AD/ART,” ungkapnya singkat. Namun, Airlangga Hartarto tak merinci lagi soal aturan aklamasi dalam pemilihan ketum Partai Golkar.

Selain itu, Airlangga Hartarto mengaku tidak tahu siapa saja kader Partai Golkar lainnya yang ingin maju dalam bursa calon ketum selain dirinya dan Bambang Soesatyo. Menurutnya, para kandidat baru terlihat saat Munas Partai Golkar digelar pada Desember mendatang.

Baca juga:   Airlangga Hartarto: Persentase Kesembuhan Corona RI Sedikit di Atas Global

“Nantikan akan digelar Munas. Jadi pada waktunya terlihat,” kata Airlangga Hartarto.

Sebelumnya, Bambang Soesatyo merasa curiga ada pihak-pihak yang berupaya agar pemilihan ketum Partai Golkar dilakukan secara aklamasi dalam gelaran Munas.

Menurut Bambang Soesatyo, pemilihan ketum Partai Golkar tak boleh dilakukan secara aklamasi. Dirinya menyebut ketum partai harus lahir dari proses pemilihan yang dilakukan secara demokratis.

“Ini gak boleh. Di Golkar tidak terbiasa itu ketua umum lahir dari rapat pleno atau aklamasi, tetapi lahir dari Munas. Golkar biasanya panas tapi kemudian bersatu kembali,” ujar Bambang Soesatyo saat ditemui di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Senin, 8 Juli 2019. (nuch/cnn)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar