Presiden Jokowi Diminta Beri Amnesti kepada Baiq Nuril

Baiq-Nuril
Baiq Nuril. (foto: kompas/fitri)

harianpijar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta oleh Komnas Perempuan untuk memberikan amnesti kepada terpidana kasus penyebaran konten bermuatan asusila, Baiq Nuril.

Komnas Perempuan mengatakan ditolaknya Peninjauan Kembali (PK) Baiq Nuril oleh Mahkamah Agung membuat hilangnya rasa aman bagi perempuan dan absennya negara dalam melindungi korban pelecehan seksual.

“Sebagaimana prinsip afirmasi yang dimungkinkan dalam Konstitusi dan prinsip due dilligence yang ada dalam Konvensi Penghapusan segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (CEDAW), yang telah diratifikasi oleh Indonesia pada tahun 1984,” ujar Wakil Pimpinan Komnas Perempuan Budi Wahyuni, di Jakarta, Senin, 8 Juli 2019.

Menurut Komnas Perempuan, ditolak atau diterimanya permohonan amnesti bakal bergantung dengan pertimbangan DPR RI. Sub Komisi Reformasi Hukum dan Kebijakan Komnas Perempuan Sri Nurherwati menyebut pihak DPR akan mendukung permohonan amnesti Baiq Nuril.

Baca juga:   Politisi Gerindra: Pertemuan Jokowi-Prabowo Hanya Silaturahmi Biasa

“Pemerintah harus melakukan sesuatu untuk mencegah preseden buruk menjauhkan perempuan dari keadilan,” kata Sri Nurherwati.

Lebih lanjut, Komnas Perempuan juga meminta DPR dan pemerintah untuk segera membahas dan mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual dengan memastikan sembilan jenis kekerasan seksual, termasuk pelecehan seksual dalam RUU tersebut.

Komnas Perempuan meminta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) serta Dinas PPA setempat mengupayakan pemulihan dan pendampingan kepada Baiq Nuril dan anak-anaknya.

Baca juga:   Ucapkan Selamat ke Jokowi, Poyuono: Mari Bersatu Kembali, Hatiku Hatimu Indonesia

Sebagaimana diketahui, Baiq Nuril sebelumnya sudah mengajukan gugatan peninjauan kembali (PK) atas perkara yang dilaporkan Muslim. Namun, MA menolak gugatan tersebut.

Putusan ini memperkuat vonis di tingkat kasasi yang menghukum Baiq Nuril enam bulan penjara dan denda Rp 500 juta subsidair tiga bulan kurungan.

Dalam pertimbangannya, hakim menyatakan Baiq Nuril terbukti mentransmisikan konten asusila seperti yang diatur dalam UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Putusan ini pun mengundang berbagai reaksi dari masyarakat.

Kuasa hukum Baiq Nuril, Aziz Fauzi mengatakan saat ini pihaknya sedang menyusun surat permohonan amnesti atau pengampunan kepada Presiden Jokowi. (nuch/cnn)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar