Moeldoko
Moeldoko. (foto: jawapos/Sabik)

harianpijar.com, JAKARTA – Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto merasa heran dengan pernyataan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko yang mengatakan rekonsiliasi antara kubu Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto sudah tak menjadi prioritas karena situasi masyarakat kini kondusif.

Selain itu, Moeldoko juga menegaskan, masih banyak masalah Indonesia yang perlu ditangani selain rekonsiliasi.

Menurut Yandri Susanto, pernyataan Moeldoko baru-baru ini seolah membuka luka lama. Menanggapi hal itu, dirinya merasa heran dengan pernyataan Moeldoko tersebut.

Baca juga:   Usai Diminta Jokowi Jadi Menhan, Prabowo Langsung Temui Amien Rais

“Saya juga kaget, itu (rekonsiliasi) seolah-olah tidak perlu,” kata Yandri Susanto saat dikonfirmasi, di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin, 8 Juli 2019.

Lebih lanjut, dikatakan Yandri Susanto, Moeldoko seharusnya bisa memahami kapasitas dirinya ketika berbicara seperti itu. Sebab, Moeldoko merupakan orang terdekat dengan Presiden Jokowi. Sementara, Presiden Jokowi sendiri yang secara terbuka mengajak Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bersama-sama untuk membangun Indonesia sebagai negara yang maju, adil, dan makmur.

Baca juga:   Pertemuan Ketum PDIP-Ketum Gerindra, Pengamat Nilai Megawati Coba Buat Kekuatan Baru

“Dalam situasi saat ini memang komentar-komentar yang dikeluarkan oleh pihak Istana seharusnya memang yang menyejukkan ya, apalagi itu dari Kepala Staf Kepresidenan,” ujar Yandri Susanto.

Selanjutnya, ditegaskan Yandri Susanto, jika tidak terjadi pertemuan antara Jokowi-Prabowo, bukan berarti Moeldoko boleh melontarkan komentar sinis.

“Kalaupun tidak ada pertemuan, tetaplah berkomentar yang positif dari pihak istana,” tandas Yandri Susanto yang juga anggota Komisi III DPR ini. (elz/rmo)

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of