Curiga Upaya Aklamasi di Munas Golkar, Bambang Soesatyo: Ada Indikasi ke Arah Sana

Bambang-Soesatyo
Bambang Soesatyo (Bamsoet). (foto: liputan6/Johan Tallo)

harianpijar.com, JAKARTA – Politisi Partai Golkar Bambang Soesatyo merasa curiga ada pihak-pihak yang berupaya agar pemilihan ketum Partai Golkar dilakukan secara aklamasi dalam gelaran musayawarah nasional (Munas). Rencananya, Munas Partai Golkar itu akan digelar pada Desember mendatang.

“Kita melihat ada indikasi ke arah sana (aklamasi). Menurut saya seperti praktik yang terjadi sebelumnya,” ujar Bambang Soesatyo saat ditemui di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Senin, 8 Juli 2019.

Namun, Bambang Soesatyo tak ingin mengungkapkan pihak mana yang berupaya untuk melakukan proses pemilihan ketum Partai Golkar secara aklamasi tersebut. Sementara, selain Bambang Soesatyo, nama yang santer beredar akan bertarung untuk Golkar 1 hingga saat ini adalah petahana Airlangga Hartarto.

Baca juga:   Tanggapi Soal Kabinet Jokowi Diisi yang 'Berkeringat', Demokrat Singgung Golkar-PPP

Menurut Bambang Soesatyo, pemilihan ketum Partai Golkar tak boleh dilakukan secara aklamasi. Dirinya menyebut ketum partai harus lahir dari proses pemilihan yang dilakukan secara demokratis.

“Ini gak boleh. Di Golkar tidak terbiasa itu ketua umum lahir dari rapat pleno atau aklamasi, tetapi lahir dari Munas. Golkar biasanya panas tapi kemudian bersatu kembali,” tuturnya.

Bambang Soesatyo mengatakan kecurigaan upaya penetapan ketum Partai Golkar secara aklamasi itu dapat ditentukan melalui forum rapat pleno Partai Golkar. Menurutnya, di forum itu, kandidat ketum membawa dukungan dari pengurus daerah sebanyak-banyaknya untuk langsung disetujui dalam rapat pleno.

Baca juga:   Sekjen Golkar: Nama Ketum Disebut di Kasus e-KTP, Dipastikan Tidak Ada Munaslub

“Indikasi dari aklamasi adalah menggalang dukungan sebanyak-banyaknya lalu dibawa ke rapat pleno, dibuka, inilah mayoritas gitu,” kata Bambang Soesatyo.

Selain itu, Bambang Soesatyo juga mengaku bakal menggelar deklarasi dalam waktu dekat untuk maju sebagai calon ketum Partai Golkar.

Dirinya lalu menyindir langkah Airlangga Hartarto yang disebutnya kerap melakukan deklarasi sebagai ketum.

“Pak Airlangga sudah 2-3 kali deklarasi, tapi nanti saya cukup sekali aja,” tandas Bambang Soesatyo. (nuch/cnn)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar