Golkar: Rekonsiliasi dengan Jaminan Rizieq Shihab Pulang Tidak Relevan

Rizieq-Shihab
Rizieq Shihab. (foto: AFP/POOL/RAISAN AL FARISI)

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Golongan Karya (Golkar) menilai tak relevan jika upaya rekonsiliasi setelah pemilihan presiden (Pilpres) 2019 dikaitkan dengan pemberian jaminan kepulangan bagi pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

“Tidak relevan. Saya tidak setuju kriminalisasi Rizieq Shihab. Tapi menukar guling (rekonsiliasi) dengan Rizieq Shihab tidak relevan. Apa konteksnya?” kata Ketua DPP Partai Golkar Andi Sinulingga di kawasan Kuningan, Jakarta, Minggu, 7 Juli 2019.

Hal itu disampaikan Andi Sinulingga menanggapi ungkapan mantan Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak yang menilai lebih baik rekonsiliasi juga dilakukan dengan memulangkan Rizieq Shihab dari Mekkah ke Indonesia.

Selain itu, Andi Sinulingga juga mencurigai permintaan untuk memulangkan Rizieq Shihab sebagai kepentingan pribadi dari Dahnil Anzar Simanjuntak semata. Bahkan, dirinya mengatakan pemulangan Rizieq Shihab sebagai syarat rekonsiliasi tidak ada hubungannya dengan kondisi politik di Tanah Air.

Baca juga:   Soal Perpanjangan Izin FPI, Presiden: Itu Urusan Menteri

“Tapi kalau ada kepentingan Dahnil karena punya kepentingan personal, gue nggak ngerti, memasukkan hubungan personal dalam rekonsiliasi ini gue nggak ngerti. Tapi nggak korelatif lah, kita pakai akal sehat saja” ujar Andi Sinulingga.

Selanjutnya, ditegaskan Andi Sinulingga, dirinya menghendaki implementasi rekonsiliasi lebih pada situasi mencairnya kebatinan antara kubu Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi) ketimbang harus membagi-bagi jatah menteri atau jabatan publik lainnya.

Karena itu, Andi berharap kelak tetap ada kelompok yang menjadi oposisi bagi Jokowi-Ma’ruf Amin di periode pemerintahannya mendatang.

Baca juga:   Soal Link Berita, Fadli Zon: Potongan Berita Hanya Petunjuk Indikator dan Bukan Jadi Bukti

“Rekonsiliasi itu yang dimaksudkan itu kan batin kita, tapi kritik dalam keniscayaan sebagai politik harus ada. Kalau Pak Jokowi tidak ada yang kritik, kacau juga itu, itu orang merasa paling hebat kalau tidak ada yang kritik,” pungkas Andi Sinulingga.

Sementara, Rizieq Shihab selaku salah satu tokoh oposisi yang kerap mengkritik kebijakan pemerintah hingga saat ini masih bertahan di Mekkah, Arab Saudi.

Rizieq Shihab juga tak kunjung pulang seiring meningkatnya tensi konstelasi politik di dalam negeri. Kini, setelah Pilpres 2019, nasib Rizieq Shihab belum ada yang bisa menerka. Karena, dirinya masih memilih bertahan di Arab Saudi. (elz/cnn)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar