Jimly-Asshiddiqie
Jimly Asshiddiqie. (foto: liputan6/Johan Tallo)

harianpijar.com, JAKARTA – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang juga Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie mengajak semua pihak untuk kembali berangkulan usai Pemilu 2019. Dirinya meminta masyarakat melupakan perbedaan saat pemilu dan kembali merajut persatuan.

“Mudah-mudahan sesudah pemilihan presiden kita sudah tahu hasilnya. 01 dan 02 sudah selesai tinggal sekarang 00 dan 03. Artinya, ya sudah kita saling memaafkan, saling melupakan yang sudah terjadi dan kita bersatu,” ujar Jimly Asshiddiqie di acara halalbihalal ICMI di Hotel Westin, Jakarta Selatan, Jumat, 5 Juli 2019.

Terlebih lagi, dikatakan Jimly Asshiddiqie, saat ini masih dalam suasana hari raya Idul Fitri. Dirinya menyebut alangkah baik momen Idul Fitri dijadikan ajang untuk merajut persatuan.

Baca juga:   Deteksi Kontra Terorisme, Polri: Diimbau Masyarakat Tak Lakukan Aksi 22 Mei Mendatang

“Silahturahmi ini kita maknai secara lebih luas untuk menjaga dan merawat persatuan kebangsaan kita. Hasil pemilihan umum kemarin harus kita jadikan bahan pelajaran yang sungguh-sungguh,” ungkapnya.

Kendati begitu, Jimly Asshiddiqie juga berharap tetap ada dua kelompok dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, selama keduanya berfungsi dengan baik, hal itu sangat dibutuhkan untuk keseimbangan dalam sistem demokrasi.

“Oleh karena itu, mari kita saling menghargai satu dengan yang lain dan bilamana diperlukan mari kita rawat itu supaya sistem kebangsaan kita ini, biar saja ada dua kelompok selama keduanya berfungsi dengan baik, check and balances dalam sistem demokrasi kita akan semakin mendewasakan kehidupan kebangsaan,” kata Jimly Asshiddiqie.

Baca juga:   Begini Kata Bawaslu Soal BPN yang Kembali Sertakan Link Berita dalam Gugatan MK

Sementara itu, dalam acara halalbihalal ICMI, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) juga hadir. JK juga menceritakan momen pertemuannya dengan Prabowo Subianto.

“Waktu saya ketemu Pak Prabowo bulan lalu, pertama kali saya tanya ke beliau. Saya tanya dulu, ‘Tujuan Bapak apa?’ Tujuannya adalah memajukan bangsa ini, ekonominya, sosialnya secara adil. Kalau begitu, kita jabat tangan karena itu tujuan kita semua,” ujar JK. (nuch/det)

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of