Ingatkan Jokowi, Fahri Hamzah: Tak Perlu Buat DPR Diam dengan Tarik Oposisi Jadi Menteri

Fahri-Hamzah-1
Fahri Hamzah. (foto: dok. Viva)

harianpijar.com, JAKARTA – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengingatkan Presiden terpilih 2019-2024 Joko Widodo (Jokowi) agar tak ‘menarik-narik’ partai pendukung Prabowo Subianto menjadi bagian dari pemerintahan. Menurutnya, Jokowi tak perlu membuat DPR diam dengan menarik oposisi jadi menteri.

“Sudahlah, final saja kalau dalam konstelasi ini. Di satu sisi Pak Jokowi dan kawan-kawan mantaplah jadi eksekutif. Nggak usah mikirin DPR dan nggak usah memikirkan akan membuat DPR itu suruh diam dengan cara ditarik beberapa orang jadi menteri,” ujar Fahri Hamzah di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat, 5 Juli 2019.

Baca juga:   Ucapkan Selamat Ulang Tahun Presiden, Sekjen Demokrat Posting Foto Jokowi Rangkul SBY

Fahri Hamzah mengaitkan hal ini dengan upaya rekonsiliasi yang akan dilakukan Jokowi dan Prabowo Subianto. Dirinya menilai rekonsiliasi tidak mesti berarti mengajak partai pendukung Prabowo Subianto menjadi bagian dari pemerintahan.

“Oposisi dengan koalisi itu beda lagi dengan konsep yang disebut dengan rekonsiliasi. Ini kan dicampur, rekonsiliasi itu artinya menjadi bagian dari pemerintah,” jelasnya.

Baca juga:   Ditanya Gabung Jokowi atau Oposisi? Gerindra: Yang Bijak 50:50 Lah

Fahri Hamzah pun mengaku tidak setuju jika perpindahan posisi hanya untuk kursi menteri. Baginya, mendapatkan kursi menteri bukanlah sesuatu yang hebat.

“Ya, saya mohon maaf, misalnya kaya waktu itu ada partai (dapat) satu menteri, akhirnya jadi mingkem semua di DPR, nggak boleh omong. Apa gunanya? Memang bisa dapat apa? Katakanlah kaya Gerindra sekarang mau dapat menteri apa, sih? Terus itu kemudian menjadi hebat, nggak ada gunanya,” kata Fahri Hamzah. (nuch/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar