Sindir Partai Ingin Gabung Jokowi, PDIP Singgung Pernah Jadi Oposisi 10 Tahun

Eriko-Sotarduga
Eriko Sotarduga. (foto: dok. gesuri)

harianpijar.com, JAKARTA – Wakil Sekjen PDIP Eriko Sotarduga menyebut partai yang sejak awal tidak mendukung Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019 tidak seharusnya bergabung dalam koalisi pemerintahan periode mendatang.

Dirinya menilai tidak semua partai harus berada dalam pemerintahan, sebab hal serupa juga pernah dilakukan PDIP saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat sebagai presiden selama dua periode.

Selama 10 tahun PDIP menjadi partai oposisi dan selalu berada di luar pemerintahan. Berkaca dari hal itu, menurut Eriko Sotarduga, menjadi oposisi bukan hal buruk dalam demokrasi.

“Kenapa semua harus di dalam (pemerintahan), kan, tidak juga. Kenapa semua harus ada di dalam pemerintahan, di luar pemerintahan juga suatu hal yang mulia sama seperti PDI Perjuangan selama 10 tahun ada di luar pemerintahan,” ujar Eriko Sotarduga di DPP PDIP, Jakarta Pusat, Kamis, 4 Juli 2019.

Baca juga:   Gerindra Imbau Demokrat Satu Suara Soal Koalisi dengan Prabowo-Sandi

Namun, dikatakan Eriko Sotarduga, semua adalah pilihan dari kebijakan dalam tubuh partai masing-masing. Tidak semua partai bisa dipukul rata seperti kebijakan yang pernah diambil oleh PDIP selama dua periode kepemimpinan SBY 2004-2014 lalu.

Dirinya menyebut semua partai politik memiliki jalan dan pilihannya masing-masing.

“Itu pilihan, tidak bisa kita mengatakan sebaiknya ada di luar, sebaiknya ada di dalam, ada juga partai yang memang tidak biasa untuk di luar pemerintahan,” kata Eriko Sotarduga.

Lebih lanjut Eriko Sotarduga mengatakan semua partai saat ini sudah dipastikan tengah melakukan perhitungan untuk periode Pemilu 2024. Mengingat di tahun itu proses regenerasi pemilih sedang terjadi. Maka langkah apapun yang diambil saat ini tentu akan berpengaruh pada pemilu mendatang.

Baca juga:   Politisi PDIP: RUU KUHP Sudah Ditolak, Demo Mahasiswa Sebaiknya Berhenti

“Semua tentu memperhitungkan tahun 2024, tahun 2024 itu kan proses regenerasi berjalan, proses pergantian pemerintahan berjalan, ini kalau tidak ada perubahan yang mendasar ya, sekali lagi dengan asumsi tersebut, sehingga semua partai sudah jauh untuk ke 2024,” ungkap Eriko Sotarduga.

Sementara, peta koalisi politik pasca Pilpres 2019 kembali menjadi sorotan. Muncul wacana soal merapatnya sejumlah partai koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ke barisan koalisi pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin.

Koalisi Prabowo-Sandi diisi empat partai utama yakni Partai Gerindra, PKS, PAN, dan Partai Demokrat. Dari keempat partai itu, PAN dan Partai Demokrat paling santer diberitakan berpeluang menyeberang ke koalisi pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin. (elz/cnn)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar