Senang Ikut Berkontribusi, PSI Enggan Minta Jatah Menteri ke Jokowi

Rian-Ernest
Rian Ernest. (foto: instagram/rianernest)

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengatakan tak ingin meminta jatah menteri ke Presiden terpilih 2019-2024 Joko Widodo (Jokowi). Menurut PSI, pihaknya sudah cukup senang dengan berkontribusi atas menangnya Jokowi di Pilpres 2019.

“Tugas kami adalah memenangkan Pak Jokowi. Kami senang, kami bangga Pak Jokowi menang dengan cara elegan. Jadi kami tidak pernah berpikir soal menteri sama sekali,” kata Wakil Ketua DPW PSI DKI Jakarta Rian Ernest di kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Kamis, 4 Juli 2019.

Meski Jokowi pernah mengungkapkan bahwa mayoritas anggota kabinetnya akan diisi oleh anak muda, Rian Ernest mengaku tanggung jawab tersebut sangatlah berat. Karena itu, kata dia, PSI belum dapat memutuskan jika ada kadernya yang dicalonkan sebagai calon menteri.

Baca juga:   Pakar: Profesionalitas Jadi Kunci dalam Pembentukan Kabinet Jokowi

“Ini mengabdi ke negara ya, jadi kami belum tahu panggilannya seperti apa. Jadi kami belum bisa memutuskan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Rian Ernest mengatakan, tujuan partainya saat ini adalah untuk menghadapi Pileg 2024. PSI ingin dapat meloloskan kadernya ke senayan.

Meski demikian, PSI tetap mengapresiasi Jokowi yang berencana merekrut menteri dari generasi milenial. Sebab, menurutnya, masa depan Indonesia akan berada di tangan anak muda.

“Nasib bangsa kita berikutnya di anak muda, jadi secara filosofis kami apresiasi. Lebih dari itu, tidak deh. Kita merasa tahu diri,” ujar Rian Ernest.

Baca juga:   Wakil Sekjen PPP: Saya Yakin Pak Jokowi Arif dan Bijaksana dalam Tentukan Komposisi Kabinet

Sebelumnya, Jokowi mengisyaratkan pembentukan kementerian baru sesuai dengan kebutuhan dan tantangan zaman. Salah satu upayanya adalah memberi tempat buat anak muda dalam kabinet mendatang.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Arsul Sani mengatakan wacana menteri berusia muda bisa diambil sisi positifnya. Menurutnya, wacana itu muncul sesuai dengan visi-misi Jokowo di pemerintahan berikutnya yang ingin fokus mengembangkan sumber daya manusia (SDM).

“Salah satu aspek pembangunan SDM adalah menyiapkan generasi yang lebih muda untuk siap memimpin negara, pemerintahan, organisasi yang besar,” pungkasnya. (nuch/rep)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar