Pakar Hukum: Diduga Oposisi Tersisa Dua Partai, Ada Gejala PKS Ditinggalkan Partai Koalisi Lain

prof-juanda
Pakar Hukum Tata Negara dan juga Guru Besar IPDN, Prof Juanda.

harianpijar.com, JAKARTA – Pakar Hukum Tata Negara dan juga Guru Besar IPDN, Prof Juanda menyebut partai oposisi bisa semakin sedikit. Bahkan, menurutnya, terdapat indikasi bahwa oposisi hanya tersisa dua partai.

“Saya melihat ada gejala-gejala PKS akan ditinggal,” kata Prof Juanda saat dikonfirmasi, di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 1 Juli 2019.

Prof Juanda mengatakan, dari empat partai (yang lolos ke Parlemen) yang mendukung Prabowo-Sandiaga Uno, terindikasi dua partai akan merapat ke koalisi pemerintahan. Karena itu, dia memperkirakan hanya tersisa dua partai lagi yakni Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Selain itu, dkatakan Prof Juanda, jika hanya tersisa dua partai oposisi maka pemerintah tak lagi seimbang. Karena, jika dipersentasekan 78 persen partai pendukung pemerintah berbanding 22 persen partai oposisi.

Baca juga:   Pakar Minta Pendukung Jokowi dan Prabowo Terima Apapun Keputusan MK

Dari persentase itu, menurutnya, kekuatan untuk mengkoreksi jika kebijakan yang kurang tepat dari pemerintah tak lagi berimbang. Sebab, nantinya kebijakan pun akan disahkan di DPR nantinya.

“Oleh karena itu saya melihat ini adalah sebuah kondisi demokrasi kita yang tidak sehat. Partai politik kita, elik politik kita belum menunjukkan sikap yang konsisten dalam rangka mengambil pilihan politiknya,” tegas Prof Juanda.

Seharusnya, dijelaskan Prof Juanda, empat partai yang mendukung Prabowo-Sandiaga Uno tetap konsisten menjadi penyeimbang. Sebab, dinilai sangat baik dalam rangka pendidikan politik untuk generasi selanjutnya.

Baca juga:   Yusril: Pasangan Prabowo-Sandiaga Uno Harus Buktikan Kecurangan 17 Juta Suara

Sementara, Prof Juanda juga mengatakan, Indonesia perlu berkaca pada negara lain misalnya, Amerika Serikat (AS). Dalam pemilihan presiden AS, tak ada calon presiden yang berpindah partai bahkan yang bergabung dengan calon Presiden yang memenangkan pemilihan.

“Saya kira ini bagus kalau kita mau bercermin¬† ke Amerika, tetapi inilah di Indonesia. Unik sekali orang bisa berpindah-pindah partai kalau kepentingannya tidak lagi terpenuhi di dalam partai tersebut,” tandas Prof Juanda yang juga Guru Besar IPDN itu. (elz/rep)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar