PKS Ajak Parpol Pendukung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 Tetap Jadi Oposisi

Mardani-Ali-Sera
Mardani Ali Sera.

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengajak seluruh partai politik pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019 tetap menjadi oposisi. Hal itu disampaikan PKS guna mengawal kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di periode mendatang.

“Rekan-rekan PAN, Demokrat, Berkarya yang selama 10 bulan sudah membangun chemistry kita lanjutkan, dan ini juga baik. Karena kami merasa, nggak tahu kalau partai lain, sebagian pemilih PKS itu kongruen dengan pilih Prabowo,” kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin, 1 Juli 2019.

Menurut Mardani Ali Sera, menjadi oposisi bukan benci dengan pemerintah atau Jokowi. Melainkan bisa jadi pendorong pemerintah jika bekerja lambat.

Baca juga:   Begini Kata Sandiaga Uno Soal Isu Prabowo 'Kabur' ke Luar Negeri

“Dia ingin menjadi antitesa (penentang) dari pemerintahan Pak Jokowi, bukan benci tapi menjadi antitesa. Artinya gini, kalau Pak Jokowi punya kebijakan quote unquote katakan liberal, maka kita harus kembalikan ke tengah. Kalau Pak Jokowi punya kebijakan yang lambat kita mau mempercepat, nah yang untung adalah rakyat dan publik itu sendiri,” terangnya.

Meski demikian, Mardani Ali Sera mengaku tidak bisa mencegah partai lain untuk bergabung dengan koalisi Jokowi. Namun dirinya berharap partai pendukung Prabowo-Sandi agar bertransformasi menjadi oposisi meski telah bubar.

“Nggak ada kalau upaya yang serius karena masing-masing partai punya kebebasan, tetapi kami bicara di ruang publik, ayo semua rekan-rekan koalisi 02 kita sudah bubar, kita bertransformasi jadi satu, kita sama-sama bangun negeri ini walaupun jadi oposisi tapi tetap itu pekerjaan yang mulia,” sebutnya.

Baca juga:   PAN Akan Tetap Dukung dan Awasi Pemerintah meski Tak Ada Kursi di Kabinet

Mardani Ali Sera menambahkan, oposisi berfungsi untuk mengawal dan mengkritik kebijakan pemerintah. Dirinya menilai, jika seluruh partai pindah dan bergabung dalam pemerintah, maka publik yang akan dirugikan.

“Ketika oposisi kuat yang diuntungkan publik karena ada check and balance system, tapi kalau semua pindah cuma sedikit yang jadi oposisi yang dirugikan bukan PKS, publik yang dirugikan. Karena itu kami mengimbau publik ikut serta dalam proses ini jangan diam,” ujar Mardani Ali Sera. (nuch/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar